Pernahkah kamu tertawa
Ketika Tuhan dengan segera
Menunjukkan eksistensinya
Dengan mendengar kalimatmu
Kemudian
mewujudkannya dengan mudahnya
Aku
benar-benar malu
Rasanya
hanya dua hari lalu
Ketika
aku memintamu
Agar
tanpa sungkan datang ke mimpiku
Siang ini kamu kembali
Kali ini tiada kata terbuang percuma
Tiada tatapan yang dingin menggetarkan
jantung
Hanya saling bertukar rasa
Bahwa kita sama-sama ada
Aku
harap suatu hari nanti
Setelah
kita punya nyali
Aku
dan kamu akan bertukar tatap
Disertai
dengan lekukan bibir manis mu
Yang
bertafsir bahwa kita baik-baik saja
Bahwa
kita sudah menerima
Tidak ada komentar:
Posting Komentar