Senin, 12 September 2016

Di Atas Sana

Aku terjebak di ruang kedap udara
Sebelah kiri dingin membeku
Sebaliknya sunyi dalam diam

     Hanya ada aku yang menatapku
     Sudah lama rasanya di atas sini
     Rindu bercengkrama dengan bumi

Di dunia ada kemungkinan-kemungkinan
Mungkin aku yang tidak mau kembali
Mungkin aku yang tidak bisa kembali

     Sampai jumpa
     Ruang sesak

Minggu, 04 September 2016

Pil Pahit Sebelum Tidur

Bagiku malam ini terasa panjang
Bibir itu bergerak sangat perlahan
Seakan kita punya selamanya
Begitu juga dengan kamu
Yang perlahan aku ikhlaskan

Rabu, 27 Juli 2016

Tanda Tanya

Kamu
Aku
Kita
Hidup di dunia yang berbeda
Kamu memiliki duniamu sendiri
Dunia yang penuh tanda tanya yang tak ingin kau bagi
Yang bahkan kamu sendiri tak tau jawabnya

     Biarkan aku tenggelam dalam penasaran
     Biarkan aku terkoyak oleh pekatnya malam

Sabtu, 23 Juli 2016

Mata Air Mulai Keruh

Aku berada di persimpangan
Sudah berapa lama entah
Tak tau arah tuju, aku hilang arah
Sampai aku melihat dia

      Dia bukan yang terbaik
      Terbaik hanya milik zat yang sama-sama kami percaya
      Aku jua bukan yang terbaik
      Berdua kami menjadi bukan yang terbaik bersama

Kami tidak hidup di negeri dongeng
Yang berawal surga berakhir bencana
Kami adalah anti-tesis dari itu
Dari awal kami adalah bencana

      Apa benar?

Sabtu, 04 Juni 2016

Gundah Dalam Sunyi

Selular pintar ku terang menyala
Tak kalah terang dengan rembulan malam itu
Hari ini hari rabu
Orang-orang berjalan apa adanya
Imajinasi akan sirna nya beban kehidupan dari pundak mereka
Demikian aku melihatnya
Demikian mereka melihatku

     Apalah artiku bagi mereka
     Hanya seorang lain yang menikmati dunianya
     Mereka tidak tuli
     Tapi tak ada yang bisa mendengar teriakan ku
     Tangisanku
     Kekecewaan ku yang tak terkata
     Tak sedetikpun aku berharap iba

Dari aku untuk kalian
Untuk kamu dari yang terlupakan


1 Juni 2016

Minggu, 07 Februari 2016

Senja

Tatapanku tak bisa menipu
Inilah saatnya
Perjalanan ku bukan tanpa hasil
Jerih payah yang mengkhianati

Apakah ini adalah tipu mu?
Terpedaya aku dengan mudahnya
Bagai mata seorang manusia
Yang menganggap laut berwarna biru

Kenapa aku masih tetap disini?
Ini bukan tempat ku maupun tempat mu
Dahulu ini adalah tempat kita
Tempat raga dan jiwa ku bersama dengan raga mu
Tanpa jiwa mu

Aku ulurkan tangan ku untuk kedua kalinya
Sesaat setelah aku ikat keduanya dengan erat
Ketika kamu berada di bibir jurang
Aku tak dapat meraih mu
Kamu tidak mengupayakan ku

Ketika kamu menatapku untuk berdamai
Tiga kata
"Maaf, sudah senja"

Senin, 04 Januari 2016

11 PM Thoughts

Kadang aku berharap aku adalah orang lain
Seseorang yang memiliki banyak cerita
Aku bukanlah mereka
Aku hanya bagian dari orang pinggiran
Yang bahagia dengan dunia kecilnya

Bulan sudah menunjukkan wujudnya
Malam semakin gelap nan sunyi
Sudah saatnya tidur, kata mereka
Biarlah, aku masih ingin menikmati ini
Bersama dengan kesendirian dan keangkuhan

Terlalu asik dengan keangkuhan
Sehingga tidak terdengar ada sebuah ketukan
Ketukan tanda keberadaan seseorang
Seseorang yang mencoba menggantikan keangkuhan

Ketukan itu mulai mencuri perhatian
Sesuatu yang tidak orang lain miliki
Sebuah kemewahan
Dan kamu punya itu

Namun aku bukanlah tanpa kejutan
Aku berusaha keras membuatmu jauh

Pernahkah kamu diam dan berpikir?
Aku bukan mereka
Yang siap sedia dengan sekuntum bunga
Berdiri di depan pintu mu untuk sekedar mengucap
"Selamat Pagi"

Tidak ada ciptaan Tuhan yang sempurna
Kita memiliki kelebihan dan kekurangan
Satu hal yang pasti
Kelebihan ku bukanlah sesuatu yang kamu impikan

Jangan salah sangka
Kamu adalah makhluk yang indah
Satu dari sekian banyaknya
Kamu hanya belum mengerti bahaya diluar sana