Aku terjebak di ruang kedap udara
Sebelah kiri dingin membeku
Sebaliknya sunyi dalam diam
Hanya ada aku yang menatapku
Sudah lama rasanya di atas sini
Rindu bercengkrama dengan bumi
Di dunia ada kemungkinan-kemungkinan
Mungkin aku yang tidak mau kembali
Mungkin aku yang tidak bisa kembali
Sampai jumpa
Ruang sesak
Tulisan ini bukan untuk membuat Anda terkesan. Tulisan ini juga tidak pantas untuk diperbincangkan. Ini hanya merupakan alat bagiku untuk mendiamkan pikiran dan batin yang sedang gaduh
Senin, 12 September 2016
Minggu, 04 September 2016
Pil Pahit Sebelum Tidur
Bagiku malam ini terasa panjang
Bibir itu bergerak sangat perlahan
Seakan kita punya selamanya
Begitu juga dengan kamu
Yang perlahan aku ikhlaskan
Bibir itu bergerak sangat perlahan
Seakan kita punya selamanya
Begitu juga dengan kamu
Yang perlahan aku ikhlaskan
Rabu, 27 Juli 2016
Tanda Tanya
Kamu
Aku
Kita
Hidup di dunia yang berbeda
Kamu memiliki duniamu sendiri
Dunia yang penuh tanda tanya yang tak ingin kau bagi
Yang bahkan kamu sendiri tak tau jawabnya
Biarkan aku tenggelam dalam penasaran
Biarkan aku terkoyak oleh pekatnya malam
Aku
Kita
Hidup di dunia yang berbeda
Kamu memiliki duniamu sendiri
Dunia yang penuh tanda tanya yang tak ingin kau bagi
Yang bahkan kamu sendiri tak tau jawabnya
Biarkan aku tenggelam dalam penasaran
Biarkan aku terkoyak oleh pekatnya malam
Sabtu, 23 Juli 2016
Mata Air Mulai Keruh
Aku berada di persimpangan
Sudah berapa lama entah
Tak tau arah tuju, aku hilang arah
Sampai aku melihat dia
Dia bukan yang terbaik
Terbaik hanya milik zat yang sama-sama kami percaya
Aku jua bukan yang terbaik
Berdua kami menjadi bukan yang terbaik bersama
Kami tidak hidup di negeri dongeng
Yang berawal surga berakhir bencana
Kami adalah anti-tesis dari itu
Dari awal kami adalah bencana
Apa benar?
Sudah berapa lama entah
Tak tau arah tuju, aku hilang arah
Sampai aku melihat dia
Dia bukan yang terbaik
Terbaik hanya milik zat yang sama-sama kami percaya
Aku jua bukan yang terbaik
Berdua kami menjadi bukan yang terbaik bersama
Kami tidak hidup di negeri dongeng
Yang berawal surga berakhir bencana
Kami adalah anti-tesis dari itu
Dari awal kami adalah bencana
Apa benar?
Sabtu, 04 Juni 2016
Gundah Dalam Sunyi
Selular pintar ku terang menyala
Tak kalah terang dengan rembulan malam itu
Hari ini hari rabu
Orang-orang berjalan apa adanya
Imajinasi akan sirna nya beban kehidupan dari pundak mereka
Demikian aku melihatnya
Demikian mereka melihatku
Apalah artiku bagi mereka
Hanya seorang lain yang menikmati dunianya
Mereka tidak tuli
Tapi tak ada yang bisa mendengar teriakan ku
Tangisanku
Kekecewaan ku yang tak terkata
Tak sedetikpun aku berharap iba
Dari aku untuk kalian
Untuk kamu dari yang terlupakan
Tak kalah terang dengan rembulan malam itu
Hari ini hari rabu
Orang-orang berjalan apa adanya
Imajinasi akan sirna nya beban kehidupan dari pundak mereka
Demikian aku melihatnya
Demikian mereka melihatku
Apalah artiku bagi mereka
Hanya seorang lain yang menikmati dunianya
Mereka tidak tuli
Tapi tak ada yang bisa mendengar teriakan ku
Tangisanku
Kekecewaan ku yang tak terkata
Tak sedetikpun aku berharap iba
Dari aku untuk kalian
Untuk kamu dari yang terlupakan
1 Juni 2016
Minggu, 07 Februari 2016
Senja
Tatapanku tak bisa menipu
Inilah saatnya
Perjalanan ku bukan tanpa hasil
Jerih payah yang mengkhianati
Apakah ini adalah tipu mu?
Terpedaya aku dengan mudahnya
Bagai mata seorang manusia
Yang menganggap laut berwarna biru
Kenapa aku masih tetap disini?
Ini bukan tempat ku maupun tempat mu
Dahulu ini adalah tempat kita
Tempat raga dan jiwa ku bersama dengan raga mu
Tanpa jiwa mu
Aku ulurkan tangan ku untuk kedua kalinya
Sesaat setelah aku ikat keduanya dengan erat
Ketika kamu berada di bibir jurang
Aku tak dapat meraih mu
Kamu tidak mengupayakan ku
Ketika kamu menatapku untuk berdamai
Tiga kata
"Maaf, sudah senja"
Inilah saatnya
Perjalanan ku bukan tanpa hasil
Jerih payah yang mengkhianati
Apakah ini adalah tipu mu?
Terpedaya aku dengan mudahnya
Bagai mata seorang manusia
Yang menganggap laut berwarna biru
Kenapa aku masih tetap disini?
Ini bukan tempat ku maupun tempat mu
Dahulu ini adalah tempat kita
Tempat raga dan jiwa ku bersama dengan raga mu
Tanpa jiwa mu
Aku ulurkan tangan ku untuk kedua kalinya
Sesaat setelah aku ikat keduanya dengan erat
Ketika kamu berada di bibir jurang
Aku tak dapat meraih mu
Kamu tidak mengupayakan ku
Ketika kamu menatapku untuk berdamai
Tiga kata
"Maaf, sudah senja"
Senin, 04 Januari 2016
11 PM Thoughts
Kadang aku berharap aku adalah orang lain
Seseorang yang memiliki banyak cerita
Aku bukanlah mereka
Aku hanya bagian dari orang pinggiran
Yang bahagia dengan dunia kecilnya
Bulan sudah menunjukkan wujudnya
Malam semakin gelap nan sunyi
Sudah saatnya tidur, kata mereka
Biarlah, aku masih ingin menikmati ini
Bersama dengan kesendirian dan keangkuhan
Terlalu asik dengan keangkuhan
Sehingga tidak terdengar ada sebuah ketukan
Ketukan tanda keberadaan seseorang
Seseorang yang mencoba menggantikan keangkuhan
Ketukan itu mulai mencuri perhatian
Sesuatu yang tidak orang lain miliki
Sebuah kemewahan
Dan kamu punya itu
Namun aku bukanlah tanpa kejutan
Aku berusaha keras membuatmu jauh
Pernahkah kamu diam dan berpikir?
Aku bukan mereka
Yang siap sedia dengan sekuntum bunga
Berdiri di depan pintu mu untuk sekedar mengucap
"Selamat Pagi"
Tidak ada ciptaan Tuhan yang sempurna
Kita memiliki kelebihan dan kekurangan
Satu hal yang pasti
Kelebihan ku bukanlah sesuatu yang kamu impikan
Jangan salah sangka
Kamu adalah makhluk yang indah
Satu dari sekian banyaknya
Kamu hanya belum mengerti bahaya diluar sana
Seseorang yang memiliki banyak cerita
Aku bukanlah mereka
Aku hanya bagian dari orang pinggiran
Yang bahagia dengan dunia kecilnya
Bulan sudah menunjukkan wujudnya
Malam semakin gelap nan sunyi
Sudah saatnya tidur, kata mereka
Biarlah, aku masih ingin menikmati ini
Bersama dengan kesendirian dan keangkuhan
Terlalu asik dengan keangkuhan
Sehingga tidak terdengar ada sebuah ketukan
Ketukan tanda keberadaan seseorang
Seseorang yang mencoba menggantikan keangkuhan
Ketukan itu mulai mencuri perhatian
Sesuatu yang tidak orang lain miliki
Sebuah kemewahan
Dan kamu punya itu
Namun aku bukanlah tanpa kejutan
Aku berusaha keras membuatmu jauh
Pernahkah kamu diam dan berpikir?
Aku bukan mereka
Yang siap sedia dengan sekuntum bunga
Berdiri di depan pintu mu untuk sekedar mengucap
"Selamat Pagi"
Tidak ada ciptaan Tuhan yang sempurna
Kita memiliki kelebihan dan kekurangan
Satu hal yang pasti
Kelebihan ku bukanlah sesuatu yang kamu impikan
Jangan salah sangka
Kamu adalah makhluk yang indah
Satu dari sekian banyaknya
Kamu hanya belum mengerti bahaya diluar sana
Langganan:
Postingan (Atom)