Gue gak salah baca kan nih? Tumblr kan bukan tumbler? i guess it's going to be a list. First of all, gue gak terlalu sering ngetumblr, so this is gonna be flash.
1. thepunknation
2. wwe
3. theredsgallery
4. wrestlingislife
5. 4everandeverlfc
6. tswiftdaily
7. summer-pirate
8. any account that post anything related to SNSD, especially Yoona.
There goes.
Tulisan ini bukan untuk membuat Anda terkesan. Tulisan ini juga tidak pantas untuk diperbincangkan. Ini hanya merupakan alat bagiku untuk mendiamkan pikiran dan batin yang sedang gaduh
Rabu, 31 Juli 2013
Senin, 29 Juli 2013
Day 14: Your earliest memory
Ini maksudnya ingatan yang paling awal yang masih diinget ya? Gue sih kyknya masih inget tuh, jaman-jaman gue masih jadi sperma. Berenang kesana kemari. WTF.
Ingatan masa kecil gue yang sampe sekarang masih gue inget adalah mungkin pas tulang kering kaki kanan gue retak. Umur 3 tahun. Gara-gara jatoh dari sepeda roda tiga. You read it right, it's tricycle. Orang jaman sekarang mungkin gak bisa membayangkan kok bisa ya jatoh dari sepeda roda tiga trus kakinya retak? Tapi itulah yang kurang lebih gue alami. Maybe they know me, but they don't know my story. They don't know what i've been through. Jadi kira-kira ceritanya gue lagi main sepeda itu di garasi rumah. Garasi rumah gue kecil, kira-kira sepanjang Altis tahun 2008 lebih lah. Nah lagi main-main disitu, entah bagaimana caranya, gue jatoh. Yang bagian disini gue gak inget sih, gue tau karena diceritain. Awalnya bokap gue selow aja pas liat gue jatoh. Tapi gue menunjukkan gejala yang tidak biasa pada kaki. Kemudia diketahui ternyata kaki kanan gue retak. Selanjutnya bisa ditebak, gue dibawa ke rumah sakit. Yang paling gue inget adalah gue dibawa dari pintu masuk pake kasur rumah sakit yang ada rodanya itu di rumah sakit Dharma Nugraha di deretan Tip-top. Kalo lu gak tau tip-top, coba tanya orang tua lu. Kalo bagian ini gue inget, soalnya gue sempet sadar gitu, semacam terbangun, trus tidur lagi. Setelahnya gue gak inget sih, tapi yang jelas kaki gue di gips. Walaupun di gips, gue tetep adalah seorang badass. Terbukti dengan adanya foto yang menunjukkan gue main sepeda roda tiga dengan kaki yang masih di gips. Sayang aja gue males nyari fotonya plus males ngescan.
Cewe suka cowo badass kan?
Ingatan masa kecil gue yang sampe sekarang masih gue inget adalah mungkin pas tulang kering kaki kanan gue retak. Umur 3 tahun. Gara-gara jatoh dari sepeda roda tiga. You read it right, it's tricycle. Orang jaman sekarang mungkin gak bisa membayangkan kok bisa ya jatoh dari sepeda roda tiga trus kakinya retak? Tapi itulah yang kurang lebih gue alami. Maybe they know me, but they don't know my story. They don't know what i've been through. Jadi kira-kira ceritanya gue lagi main sepeda itu di garasi rumah. Garasi rumah gue kecil, kira-kira sepanjang Altis tahun 2008 lebih lah. Nah lagi main-main disitu, entah bagaimana caranya, gue jatoh. Yang bagian disini gue gak inget sih, gue tau karena diceritain. Awalnya bokap gue selow aja pas liat gue jatoh. Tapi gue menunjukkan gejala yang tidak biasa pada kaki. Kemudia diketahui ternyata kaki kanan gue retak. Selanjutnya bisa ditebak, gue dibawa ke rumah sakit. Yang paling gue inget adalah gue dibawa dari pintu masuk pake kasur rumah sakit yang ada rodanya itu di rumah sakit Dharma Nugraha di deretan Tip-top. Kalo lu gak tau tip-top, coba tanya orang tua lu. Kalo bagian ini gue inget, soalnya gue sempet sadar gitu, semacam terbangun, trus tidur lagi. Setelahnya gue gak inget sih, tapi yang jelas kaki gue di gips. Walaupun di gips, gue tetep adalah seorang badass. Terbukti dengan adanya foto yang menunjukkan gue main sepeda roda tiga dengan kaki yang masih di gips. Sayang aja gue males nyari fotonya plus males ngescan.
Cewe suka cowo badass kan?
Day 13: Somewhere you'd like to move or visit
Pertanyaannya "or" kan ya? Jadinya boleh pilih satu aja kan? But i'm gonna tell tell you both don't worry.
First, somewhere i'd like to move. Soal ini, kayaknya udah pernah gue singgung ya di day 2 kalo gasalah, pokoknya tentang future gitu deh. Intinya, gue pengen suatu saat nanti gue pindah ke suatu negara yang makmur, tertata rapi dan kualitas hidupnya tinggi, Semacam di Swiss, atau negara eropa utara gitu. Kalo pilihannya cuma di dalam negeri, gue pengen pindah ke daerah dingin deh. Dimana sih? Bandung kali ya? Atau jogja, tapi bagian pedalaman. Malang juga oke kayaknya. Solo juga boleh kok, kayaknya bagus sepeninggal Jokowi.
Somewhere i'd like to visit, banyak banget. Di Indonesia aja udah gak keitung. Gue pengen mendaki gunung di pulau jawa. Itu aja ada banyak gunung di Pulau Jawa. Trus gue pengen ke Makasar, pengen ke Gili Trawangan lagi, ke Taman Laut Bunaken, wah banyak deh! Tujuan Internasional? Wah makin gak keitung dong. Yang utama still, Swiss. Trus gue pengen ke Liverpool, nonton tim idola gue di Anfield. Gue juga pengen ke Yunani. Entah kenapa kayaknya Yunani sangat menarik minat gue, dengan segala mitologinya. Jerman juga bagus kayaknya. Denger-denger cewe-cewe disanya hot semua tuh^^. Wah banyak deh gabakal bisa disebutin satu-satu.
Berkhayal aja dulu, siapa tau jadi doa. Siapa tau doa nya dikabulin. A?miiiinnnn.
First, somewhere i'd like to move. Soal ini, kayaknya udah pernah gue singgung ya di day 2 kalo gasalah, pokoknya tentang future gitu deh. Intinya, gue pengen suatu saat nanti gue pindah ke suatu negara yang makmur, tertata rapi dan kualitas hidupnya tinggi, Semacam di Swiss, atau negara eropa utara gitu. Kalo pilihannya cuma di dalam negeri, gue pengen pindah ke daerah dingin deh. Dimana sih? Bandung kali ya? Atau jogja, tapi bagian pedalaman. Malang juga oke kayaknya. Solo juga boleh kok, kayaknya bagus sepeninggal Jokowi.
Somewhere i'd like to visit, banyak banget. Di Indonesia aja udah gak keitung. Gue pengen mendaki gunung di pulau jawa. Itu aja ada banyak gunung di Pulau Jawa. Trus gue pengen ke Makasar, pengen ke Gili Trawangan lagi, ke Taman Laut Bunaken, wah banyak deh! Tujuan Internasional? Wah makin gak keitung dong. Yang utama still, Swiss. Trus gue pengen ke Liverpool, nonton tim idola gue di Anfield. Gue juga pengen ke Yunani. Entah kenapa kayaknya Yunani sangat menarik minat gue, dengan segala mitologinya. Jerman juga bagus kayaknya. Denger-denger cewe-cewe disanya hot semua tuh^^. Wah banyak deh gabakal bisa disebutin satu-satu.
Berkhayal aja dulu, siapa tau jadi doa. Siapa tau doa nya dikabulin. A?miiiinnnn.
Minggu, 28 Juli 2013
Day 12: Bullet your whole day
Serius nih? Ini akan membosankan untuk dibaca hahaha.
- 00.00 - 01.30 : Nonton tv
- 01.30 : Trying so hard to sleep. Dan gak bisa. Nyerah.
- 04.15 : Sahur. Iya, belom tidur.
- 04.50 : Solat subuh.
- 05.15 : Kembali mencoba tidur dan gagal.
- 06.00 - 11.00 : Tidur (akhirnya).
- 12.10 : Solat Dzuhur.
- 13.15 - 15.10 : Tidur. Lagi.
- 15.20 - 16.35 : Tidur. Lagi dan lagi. Itu ada jeda 20 ment ngecek hp.
- 17.00 : Mandi, setelah 2 hari.
- 17.15 : Nonton masterchef bikin cendol.
- 17.58 : Buka puasa.
- 18.05 : Solat Maghrib.
- 18.30 : Makan besar.
- 19.10 : Solat Isya.
- 21.00 : Browsing.
- 23.15 : Blogging.
Jumat, 26 Juli 2013
Day 11: Put your iPod on shuffle and write 10 songs that pop up
Gue gak punya ipod, jadi kayaknya dari itunes laptop aja kali ya.
1. Bruno Mars - Locked Out of Heaven
2. The XX - Fantasy
3. Dragonforce - The Fire Still Burns
4. The Strokes - I Can't Win
5. Rise Againts - Make It Stop September Child
6. The Strokes - Meet Me in The Bathroom
7. The XX - Vcr
8. Grimes - Infinite Without Fullfilment
9. Bruno Mars - Young Girls
10. A Rocket to The Moon - Another Set of Wings
1. Bruno Mars - Locked Out of Heaven
2. The XX - Fantasy
3. Dragonforce - The Fire Still Burns
4. The Strokes - I Can't Win
5. Rise Againts - Make It Stop September Child
6. The Strokes - Meet Me in The Bathroom
7. The XX - Vcr
8. Grimes - Infinite Without Fullfilment
9. Bruno Mars - Young Girls
10. A Rocket to The Moon - Another Set of Wings
Day 10: Discuss your first love and first kiss
Yeah ternyata ada hari yang khusus bahas ginian juga! Gak jadi deh bikin 30 days challenge love edition^^. Gue akan serius disini. Engga, gue gak akan galau. Oke mungkin sedikit. Iyadeh, banyak. Seharusnya sih ngepost tentang ini bakalan sakit sih, menggores luka lama. But i enjoy it, so that people get to know me. Here i go!^^
First love gue, terjadi pas gue masih SMP, tepatnya kelas 1. Mengikuti dari blog sebelah, gue akan ngasih inisialnya. Inisialnya D. For some of you, ini udah obvious banget kali ya hahaha tapi diem aja dong plisss. Gue masih inget secara detil bagaimana gue jatuh cinta. For the first time. Waktu itu, gue lupa tanggal berapa, gue lagi jalan, di lantai 3, dari arah ruang osis. Nah pas lagi lewat depan toilet cowo, gue berpapasan dengan seorang cewe, pake kerudung (secara gue sekolah di sekolah islam saat itu), lagi jalan berlawanan dengan gue, sambil membetulkan kerudungnya dibagian dagu. Gue yang saat itu belom kenal banyak, penasaran ini siapa sih. Gue liat dari kakinya, terus ke atas sampe gue liat wajahnya. Mukanya. Sampe akhirnya gue liat matanya. Gue pandangi. Dia gak liat gue, dan dia gak peduli juga sih kayaknya saat itu. Disitulah, ada gejolak. Ada resonansi dalam diri. Seakan gue tenggelam didalam matanya setiap gue membayangkan wajahnya. Gue masih inget, matanya sayu-sayu gitu. Kalo orang bilang, mata panda. Cewe emang suka ngeluh kalo ada yang begini. Tapi mata itulah yang menarik gue jatuh terlalu dalam. Tapi karna gue masih cupu, masih sampah (seinget gue sampe sekarang masih), hal ini mengalir gitu aja tanpa gue berani bilang.
Pernah gue ada kesempatan deket sama dia. Gue bisa aja nyeritain sebabnya, cuma agak gak penting. Dibagian ini juga gue deketnya gak terlalu intense, gara-gara ada temen yang bilang kalo dia juga suka sama D ini. Gue, yang emang gak bisa berbuat apa-apa, ngalah.
Cerita ini berlanjut ketika gue udah kelas 2 SMA, sekitar medio september-oktober 2010. Gue deket lagi sama dia. Kalo ini, gue emang ngedeketin dia niatnya lewat sosial media, tapi dia jawabnya kayak selang berapa lama baru bales. Gue pikir dia gak tertarik, yaudah gue mau menarik diri. Nah saat gue mau menarik diri inilah dia kayak baru sadar gitu. Semacam ngerasa bersalah gitu mungkin i don't know, gue sih nangkepnya gitu, saat itu. Entah gue nya yang lebay atau apa, dia semacam menahan gitu biar gue gak menarik diri (kayaknya gue yang lebay). She said "Gapapa kok, lo gak ganggu. Malah gue seneng ada yang nemenin gue". So i stayed. With pleasure of course.
Dari situ, usaha gue terus berlanjut, dan berjalan secara lancar. Semua sosial media yang ada saat itu gue manfaatin buat ngedeketin dia. Sering webcaman bareng, pernah jalan, nonton bareng, udah dekeeet banget lah pokoknya. Kalo kata temen gue, ibarat gas mah tinggal dibejek aja. Nah disini permasalah mulai muncul. Masalah pertama muncul pas gue jalan sama dia, di suatu mall di kuningan. Hari itu kayaknya bakal jadi hari yang fine-fine aja. Semua berjalan lancar. Sampai suatu ketika, dia minjem hp gue. Gue, yang emang gak merahasiakan apapun, langsung kasih aja. Tanda-tanda gak enak mulai muncul. Pipi dia gembung setelah liat-liat hape gue. Dan langsung minta pulang. DANG!!! Something's gone wrong. Setelah dia pulang, gue cek hp. ternyata dia liat bagian inbox. Ternyata ada sms dari temen gue yang cewe, dengan emote gitu. Salah gue juga tidak memperkirakan hal ini. I was trying to explain when she said "leave me alone for awhile" via sms.
Setelah kejadian itu, somehow i managed buat deket sama dia lagi. Serasa kayak kejadian itu gak pernah terjadi. Kali ini gue sama dia jadi lebih deket. Bahkan dia meninggalkan sebuah jejak di msn, yang gak bakal gue lupain. Yang bisa ngebuat gue merasa bodoh. Ngerasa sebagai pecundang ketika gue melihat jejak itu. Sampai sekarang. Disini, muncul masalah yang kedua. Keypad hp gue rusak. Ini sangat menghambat proses pdkt saat itu, mengingat gue masih cupu, gak berani nelpon cewe. Sekalinya nelpon cewe pasti terbata-bata, itu juga pake unknown number, dan begitu denger suara dia, langsung gue tutup telponnya. Akhirnya gue sama dia miskom sekitar beberapa bulan gitu, selama keypad gue masih rusak. The moment when i got my keypad fixed, is like we were strangers. Gue udah gak bisa ngomong ke dia kayak dulu lagi. Gue udah gak bisa manggil dia dengan panggilan khusus lagi. Gue ngerasa bersalah sama diri gue. Dia juga kayaknya benci sama gue karena menyia-nyiakan dia.
Sekarang dia berada di kehidupan yang lebih baik. Bukan, dia belom meninggal. Lebih baik maksudnya lebih baik dari apa yang mungkin dia dapatkan kalo dia bersama gue. Dia udah punya pacar. Pacaran udah lama. Gue gak bilang kesempatan gue tertutup, tapi hanya 0 sekian persen kesempatan gue, i guess. Ya, ini emang salah gue. Gue harus terima, gaboleh gue paksain. Mungkin dia masih benci sama gue, mungkin. And yes, i still love her.
p.s. Kalo elu yang bersangkutan ngebaca ini, plis jangan marah. Gue cuma mengeluarkan unek-unek doang. Oke, lu boleh marah. Itu hak lu. Lu boleh marah sama gue yang nulis ini. Tapi plis, jangan marah karena kalimat terakhir, because i still do. Terakhir, i just wanna say, i'm sorry. I'm really sorry for what i've done to you back then. Gak seharusnya gue ngetreat lu like the way i did. Itu hak lu juga kok untuk maafin gue atau engga. At least, i tried.
Agak melenceng jadi surat cinta gitu ya nang? Oiya gue lupa first kiss. Make it short, gue belom pernah.
First love gue, terjadi pas gue masih SMP, tepatnya kelas 1. Mengikuti dari blog sebelah, gue akan ngasih inisialnya. Inisialnya D. For some of you, ini udah obvious banget kali ya hahaha tapi diem aja dong plisss. Gue masih inget secara detil bagaimana gue jatuh cinta. For the first time. Waktu itu, gue lupa tanggal berapa, gue lagi jalan, di lantai 3, dari arah ruang osis. Nah pas lagi lewat depan toilet cowo, gue berpapasan dengan seorang cewe, pake kerudung (secara gue sekolah di sekolah islam saat itu), lagi jalan berlawanan dengan gue, sambil membetulkan kerudungnya dibagian dagu. Gue yang saat itu belom kenal banyak, penasaran ini siapa sih. Gue liat dari kakinya, terus ke atas sampe gue liat wajahnya. Mukanya. Sampe akhirnya gue liat matanya. Gue pandangi. Dia gak liat gue, dan dia gak peduli juga sih kayaknya saat itu. Disitulah, ada gejolak. Ada resonansi dalam diri. Seakan gue tenggelam didalam matanya setiap gue membayangkan wajahnya. Gue masih inget, matanya sayu-sayu gitu. Kalo orang bilang, mata panda. Cewe emang suka ngeluh kalo ada yang begini. Tapi mata itulah yang menarik gue jatuh terlalu dalam. Tapi karna gue masih cupu, masih sampah (seinget gue sampe sekarang masih), hal ini mengalir gitu aja tanpa gue berani bilang.
Pernah gue ada kesempatan deket sama dia. Gue bisa aja nyeritain sebabnya, cuma agak gak penting. Dibagian ini juga gue deketnya gak terlalu intense, gara-gara ada temen yang bilang kalo dia juga suka sama D ini. Gue, yang emang gak bisa berbuat apa-apa, ngalah.
Cerita ini berlanjut ketika gue udah kelas 2 SMA, sekitar medio september-oktober 2010. Gue deket lagi sama dia. Kalo ini, gue emang ngedeketin dia niatnya lewat sosial media, tapi dia jawabnya kayak selang berapa lama baru bales. Gue pikir dia gak tertarik, yaudah gue mau menarik diri. Nah saat gue mau menarik diri inilah dia kayak baru sadar gitu. Semacam ngerasa bersalah gitu mungkin i don't know, gue sih nangkepnya gitu, saat itu. Entah gue nya yang lebay atau apa, dia semacam menahan gitu biar gue gak menarik diri (kayaknya gue yang lebay). She said "Gapapa kok, lo gak ganggu. Malah gue seneng ada yang nemenin gue". So i stayed. With pleasure of course.
Dari situ, usaha gue terus berlanjut, dan berjalan secara lancar. Semua sosial media yang ada saat itu gue manfaatin buat ngedeketin dia. Sering webcaman bareng, pernah jalan, nonton bareng, udah dekeeet banget lah pokoknya. Kalo kata temen gue, ibarat gas mah tinggal dibejek aja. Nah disini permasalah mulai muncul. Masalah pertama muncul pas gue jalan sama dia, di suatu mall di kuningan. Hari itu kayaknya bakal jadi hari yang fine-fine aja. Semua berjalan lancar. Sampai suatu ketika, dia minjem hp gue. Gue, yang emang gak merahasiakan apapun, langsung kasih aja. Tanda-tanda gak enak mulai muncul. Pipi dia gembung setelah liat-liat hape gue. Dan langsung minta pulang. DANG!!! Something's gone wrong. Setelah dia pulang, gue cek hp. ternyata dia liat bagian inbox. Ternyata ada sms dari temen gue yang cewe, dengan emote gitu. Salah gue juga tidak memperkirakan hal ini. I was trying to explain when she said "leave me alone for awhile" via sms.
Setelah kejadian itu, somehow i managed buat deket sama dia lagi. Serasa kayak kejadian itu gak pernah terjadi. Kali ini gue sama dia jadi lebih deket. Bahkan dia meninggalkan sebuah jejak di msn, yang gak bakal gue lupain. Yang bisa ngebuat gue merasa bodoh. Ngerasa sebagai pecundang ketika gue melihat jejak itu. Sampai sekarang. Disini, muncul masalah yang kedua. Keypad hp gue rusak. Ini sangat menghambat proses pdkt saat itu, mengingat gue masih cupu, gak berani nelpon cewe. Sekalinya nelpon cewe pasti terbata-bata, itu juga pake unknown number, dan begitu denger suara dia, langsung gue tutup telponnya. Akhirnya gue sama dia miskom sekitar beberapa bulan gitu, selama keypad gue masih rusak. The moment when i got my keypad fixed, is like we were strangers. Gue udah gak bisa ngomong ke dia kayak dulu lagi. Gue udah gak bisa manggil dia dengan panggilan khusus lagi. Gue ngerasa bersalah sama diri gue. Dia juga kayaknya benci sama gue karena menyia-nyiakan dia.
Sekarang dia berada di kehidupan yang lebih baik. Bukan, dia belom meninggal. Lebih baik maksudnya lebih baik dari apa yang mungkin dia dapatkan kalo dia bersama gue. Dia udah punya pacar. Pacaran udah lama. Gue gak bilang kesempatan gue tertutup, tapi hanya 0 sekian persen kesempatan gue, i guess. Ya, ini emang salah gue. Gue harus terima, gaboleh gue paksain. Mungkin dia masih benci sama gue, mungkin. And yes, i still love her.
p.s. Kalo elu yang bersangkutan ngebaca ini, plis jangan marah. Gue cuma mengeluarkan unek-unek doang. Oke, lu boleh marah. Itu hak lu. Lu boleh marah sama gue yang nulis ini. Tapi plis, jangan marah karena kalimat terakhir, because i still do. Terakhir, i just wanna say, i'm sorry. I'm really sorry for what i've done to you back then. Gak seharusnya gue ngetreat lu like the way i did. Itu hak lu juga kok untuk maafin gue atau engga. At least, i tried.
Agak melenceng jadi surat cinta gitu ya nang? Oiya gue lupa first kiss. Make it short, gue belom pernah.
Kamis, 25 Juli 2013
Day 9: How you hope your future will be like
Kayaknya, gue udah bicara soal hal ini deh di Day 2, dan menurut gue itu udah lengkap sih sejauh ini. Jadi mungkin disini gue bakal menulis "remah-remah" nya aja kali yak.
Sebelumnya gue cerita apa sih? Bentar, gue liat dulu.
Di day 2 gue cerita kalo gue pengen jadi duta besar. That is true. Kalo bisa sih, gue pengen jadi duta besar yang di kenal orang-orang. Kalo yang sekarang kan, belom tentu lu bisa nyebutin nama salah satu duta besar Indonesia. Gue aja gabisa. Kenapa pengen dikenal? I dunno. Gue belom pernah menjadi orang terkenal, tapi kayaknya menjadi orang terkenal itu menyenangkan walaupun pastinya gak mudah untuk dijalanin. Duta besar dimana? Gue sampe sekarang sih masih bermimpi untuk menjadi duta besar di negara eropa, or at least negara yang teratur lah. Sampe sekarang, gue masih belom tau tugas duta besar itu apa. Apapun itu, kayaknya mengasyikkan and i'm learning for it.
Kalo pun gue tidak ditakdirkan untuk jadi duta besar, gue berharap gue ditakdirkan menjadi orang pemerintahan. Hahahaha i know what's inside your head. Lu pasti semua berpikir kan kalo pemerintahan jaman sekarang tuh udah gabisa dipercaya, kotor, pokoknya yang buruk-buruk deh, and i can't deny i'm thinking like the way you do. Kebanyakan dari elo pasti pengen kerja di swasta kan? Hidup enak, bersih dari anggapan negatif, dsb. Gue juga pengen kayak gitu, tapiiii kalo semua orang berpikir gitu, pemerintahan disini gabakal bersih. Jadi, gue pengen mencoba untuk ngebuat Indonesia menjadi lebih baik. Setidaknya gue mencoba, gak hanya diam
Bahas percintaan yuk! God i always love this part. Gue pengen nantinya gue menikah sama wanita yang mencintai gue, mengerti gue, nerima gue apa adanya, setia, rajin beribadah, yaaa yang baik-baik deh pokoknya. Amiiiinn. Masih bahas yang "itu"? Enggaaa kok. Walaupun masih berharap, tapi gaboleh jalan ditempat dong. Gak selalu harus dia kok. Semoga Allah memberi yang sepadan, yang lebih manis, lebih cantik, dsb. Sekali lagi, amiiinnn. Oiya, gue juga akan berusaha melakukan hal yang sama kok ke istri gue kelak. Setidaknya, gue berusaha.
Sebelumnya gue cerita apa sih? Bentar, gue liat dulu.
Di day 2 gue cerita kalo gue pengen jadi duta besar. That is true. Kalo bisa sih, gue pengen jadi duta besar yang di kenal orang-orang. Kalo yang sekarang kan, belom tentu lu bisa nyebutin nama salah satu duta besar Indonesia. Gue aja gabisa. Kenapa pengen dikenal? I dunno. Gue belom pernah menjadi orang terkenal, tapi kayaknya menjadi orang terkenal itu menyenangkan walaupun pastinya gak mudah untuk dijalanin. Duta besar dimana? Gue sampe sekarang sih masih bermimpi untuk menjadi duta besar di negara eropa, or at least negara yang teratur lah. Sampe sekarang, gue masih belom tau tugas duta besar itu apa. Apapun itu, kayaknya mengasyikkan and i'm learning for it.
Kalo pun gue tidak ditakdirkan untuk jadi duta besar, gue berharap gue ditakdirkan menjadi orang pemerintahan. Hahahaha i know what's inside your head. Lu pasti semua berpikir kan kalo pemerintahan jaman sekarang tuh udah gabisa dipercaya, kotor, pokoknya yang buruk-buruk deh, and i can't deny i'm thinking like the way you do. Kebanyakan dari elo pasti pengen kerja di swasta kan? Hidup enak, bersih dari anggapan negatif, dsb. Gue juga pengen kayak gitu, tapiiii kalo semua orang berpikir gitu, pemerintahan disini gabakal bersih. Jadi, gue pengen mencoba untuk ngebuat Indonesia menjadi lebih baik. Setidaknya gue mencoba, gak hanya diam
Bahas percintaan yuk! God i always love this part. Gue pengen nantinya gue menikah sama wanita yang mencintai gue, mengerti gue, nerima gue apa adanya, setia, rajin beribadah, yaaa yang baik-baik deh pokoknya. Amiiiinn. Masih bahas yang "itu"? Enggaaa kok. Walaupun masih berharap, tapi gaboleh jalan ditempat dong. Gak selalu harus dia kok. Semoga Allah memberi yang sepadan, yang lebih manis, lebih cantik, dsb. Sekali lagi, amiiinnn. Oiya, gue juga akan berusaha melakukan hal yang sama kok ke istri gue kelak. Setidaknya, gue berusaha.
Rabu, 24 Juli 2013
Day 8: A moment you felt the most satisfied with your life
Itu adalah ketika gue dapet kuliah di fakultas yang gue dambakan, there's no doubt about it. Rasanya tuh beban yang ada di pundak lu hilang entah kemana. Sebenernya, personally gue gak menganggap nyari kuliah itu beban, tapi yang menjadi beban adalah ketika keluarga lu semuanya berbackground IPA, dan semuanya kuliah di universitas negeri. Itu menjadi beban banget men. Apalagi, gue pernah ditolak dua kali dalam penerimaan mahasiswa kayak gitu. Well, dua kali juga sebenernya masih sedikit sih, temen gue ada yang 7 kali ditolak.
Gue bingung mau nulis apa, jadi mungkin gue akan nulis why that moment is when i felt the most satisfied with my life.
Di SMA, khususnya kelas 2 dan 3, gue termasuk murid yang kepintarannya diatas rata-rata, hal ini sejalan dengan nilai yang gue dapet. So, gue dapet kesempatan dalam SNMPTN undangan. Buat yang dapet kesempatan ini, lu pasti ngerasa kalo lu ngarep banget disini kan? Well ya, itu terjadi pada gue. Gue sangat ngarep dapet kesempatan ini. Tapi tuhan berkata lain. Gue gagal disini. I'll have you know that when i found out i was failed, something comes out of eye. Yep, tears. Gue berasa udah gak punya masa depan. Bokap pas tau hal ini, langsung bilang, "yaudah besok solat shubuh di masjid ya". Dan ya, besoknya gue langsung solat 5 waktu di masjid. Well gak selalu, tapi gue usahakan sebisa mungkin untuk solat 5 waktu di masjid. Meminta, meminta, meminta. Itu yang gue lakukan setiap hari di masjid, karena memang 2 minggu setelah itu akan ada tes SNMPTN tertulis. Jujur, setelah banyak solat di masjid, beban untuk dapet kuliah jadi ilang. Gue hadepin tuh SNMPTN dengan tenang aja tuh, berasa udah dapet kuliah. Disini, gue gagal lagi. Bedanya, gue sama sekali engga sedih. Gue bahkan malem itu langsung makan-makan, bareng temen yang lulus dan yang gagal. Abis kegagalan ini, gue masih tetep solat 5 waktu di masjid. Doa gue cuma satu, "ya Allah, berilah aku yang terbaik". Doa kayak gini dinilai kurang sama kakak gue. Kata dia, semua yang diberikan Allah itu yang terbaik. Jadi, kalo mau minta tuh yang spesifik. Langsung gue ganti doa gue, "ya Allah, UI UI UI", dan dapet lewat jalur simak, dengan fakultas yang emang gue pengen, even better.
Intinya sih sebenernya gue merasa gak begitu puas sama hal ini, karena emang gue sadar, gue keterima UI tuh 100% berkah dari Allah. Usaha gue terlalu minim. But still, Walaupun gue gak bangga dengan bisa keterima kuliah, at least karena gue keterima kuliah, ada yang bisa gue banggakan dalam kehidupan ini.
Gue bingung mau nulis apa, jadi mungkin gue akan nulis why that moment is when i felt the most satisfied with my life.
Di SMA, khususnya kelas 2 dan 3, gue termasuk murid yang kepintarannya diatas rata-rata, hal ini sejalan dengan nilai yang gue dapet. So, gue dapet kesempatan dalam SNMPTN undangan. Buat yang dapet kesempatan ini, lu pasti ngerasa kalo lu ngarep banget disini kan? Well ya, itu terjadi pada gue. Gue sangat ngarep dapet kesempatan ini. Tapi tuhan berkata lain. Gue gagal disini. I'll have you know that when i found out i was failed, something comes out of eye. Yep, tears. Gue berasa udah gak punya masa depan. Bokap pas tau hal ini, langsung bilang, "yaudah besok solat shubuh di masjid ya". Dan ya, besoknya gue langsung solat 5 waktu di masjid. Well gak selalu, tapi gue usahakan sebisa mungkin untuk solat 5 waktu di masjid. Meminta, meminta, meminta. Itu yang gue lakukan setiap hari di masjid, karena memang 2 minggu setelah itu akan ada tes SNMPTN tertulis. Jujur, setelah banyak solat di masjid, beban untuk dapet kuliah jadi ilang. Gue hadepin tuh SNMPTN dengan tenang aja tuh, berasa udah dapet kuliah. Disini, gue gagal lagi. Bedanya, gue sama sekali engga sedih. Gue bahkan malem itu langsung makan-makan, bareng temen yang lulus dan yang gagal. Abis kegagalan ini, gue masih tetep solat 5 waktu di masjid. Doa gue cuma satu, "ya Allah, berilah aku yang terbaik". Doa kayak gini dinilai kurang sama kakak gue. Kata dia, semua yang diberikan Allah itu yang terbaik. Jadi, kalo mau minta tuh yang spesifik. Langsung gue ganti doa gue, "ya Allah, UI UI UI", dan dapet lewat jalur simak, dengan fakultas yang emang gue pengen, even better.
Intinya sih sebenernya gue merasa gak begitu puas sama hal ini, karena emang gue sadar, gue keterima UI tuh 100% berkah dari Allah. Usaha gue terlalu minim. But still, Walaupun gue gak bangga dengan bisa keterima kuliah, at least karena gue keterima kuliah, ada yang bisa gue banggakan dalam kehidupan ini.
Selasa, 23 Juli 2013
Day 7: Your zodiac sign and if you think it fits your personality
I'll make it short. Gue gak percaya sama yang beginian. Oke, gue pernah baca karena penasaran, cocok gak sama gue, kadang cocok, kadang engga.
Aries is the first sign of the zodiac, and that's pretty much how those born under this sign see themselves: first. Aries are the leaders of the pack, first in line to get things going. Whether or not everything gets done is another question altogether, for an Aries prefers to initiate rather than to complete. Do you have a project needing a kick-start? Call an Aries, by all means. The leadership displayed by Aries is most impressive, so don't be surprised if they can rally the troops against seemingly insurmountable odds -- they have that kind of personal magnetism. An Aries won't shy away from new ground, either. Those born under this sign are often called the pioneers of the zodiac, and it's their fearless trek into the unknown that often wins the day. Aries is a bundle of energy and dynamism, kind of like a Pied Piper, leading people along with its charm and charisma. The dawning of a new day -- and all of its possibilities -- is pure bliss to an Aries.
The symbol of Aries is the Ram, and that's both good and bad news. Impulsive Aries might be tempted to ram their ideas down everyone's throats without even bothering to ask if they want to know. It's these times when you may wish Aries' symbol were a more subdued creature, more lamb than ram perhaps. You're not likely to convince the Ram to soften up; these folks are blunt and to the point. Along with those qualities comes the sheer force of the Aries nature, a force that can actually accomplish a great deal. Much of Aries' drive to compete and to win comes from its Cardinal Quality. Cardinal Signs love to get things going, and Aries exemplifies this even better than Cancer, Libra or Capricorn.
Pusing juga bacanya. Kayaknya sih cocok, kecuali bagian yang bilang kalo Aries tuh seorang pioneer. Gak cocok buat gue. Trust me, i'm a real lazy ass. Yang paling cocok di gue adalah bagian keseimbangan. Yep, i can be your nightmare, or your sweetest dream. Enough said.
Font nya beda-beda nih. Bodo ah, ngantuk.
Aries is the first sign of the zodiac, and that's pretty much how those born under this sign see themselves: first. Aries are the leaders of the pack, first in line to get things going. Whether or not everything gets done is another question altogether, for an Aries prefers to initiate rather than to complete. Do you have a project needing a kick-start? Call an Aries, by all means. The leadership displayed by Aries is most impressive, so don't be surprised if they can rally the troops against seemingly insurmountable odds -- they have that kind of personal magnetism. An Aries won't shy away from new ground, either. Those born under this sign are often called the pioneers of the zodiac, and it's their fearless trek into the unknown that often wins the day. Aries is a bundle of energy and dynamism, kind of like a Pied Piper, leading people along with its charm and charisma. The dawning of a new day -- and all of its possibilities -- is pure bliss to an Aries.
The symbol of Aries is the Ram, and that's both good and bad news. Impulsive Aries might be tempted to ram their ideas down everyone's throats without even bothering to ask if they want to know. It's these times when you may wish Aries' symbol were a more subdued creature, more lamb than ram perhaps. You're not likely to convince the Ram to soften up; these folks are blunt and to the point. Along with those qualities comes the sheer force of the Aries nature, a force that can actually accomplish a great deal. Much of Aries' drive to compete and to win comes from its Cardinal Quality. Cardinal Signs love to get things going, and Aries exemplifies this even better than Cancer, Libra or Capricorn.
Font nya beda-beda nih. Bodo ah, ngantuk.
Senin, 22 Juli 2013
Day 6: Write 30 interesting facts about yourself
30??? Banyak amat?! Gue 10 aja belom tentu bisa. Daripada dibilang interesting facts, mungkin yang bakal gue tulis ini random facts kali ya?
1. Gue cowo, tapi gue punya nama "Kartika". Itu nama rumah sakit.
2. I'm a hardcore gamer.
3. Satu-satunya keahlian gue yang menonjol adalah main game. Especially, FIFA.
4. Menurut salah satu teman, gue orangnya selalu ada buat orang lain. Well, emang iya ya?
5. Gue kalo ngomong suka blak-blakan. Banyak masalah yang muncul dari sini.
6. Suatu saat nanti kalo punya anak cowo, bakalan gue kasih nama Bambang. Terinspirasi dari nama bokap. Berharap anak gue ntar bisa kayak bokap gitu.
7. Lebih suka bergaul sama cowo daripada sama cewe. I'm not gay, it's just so hard to understand women.
8. Pulang kuliah lebih suka langsung kerumah. Gue bukan tipe anak keluyuran sampe jam 12 malem setelah kuliah.
9. Music yang paling masuk di kuping gue bergenre classic metal.
10. Ngomong-ngomong klasik, gue lebih suka mobil klasik daripada modern. Tapi gak nolak dikasih Lamborghini.
11. Suka PWG since day 1, tapi gue bukan party dork, see the difference! Sempet sembunyi-sembunyi sih gara-gara dikucilkan dari pergaulan
12. Sejak kuliah di FH, gue lebih mendahulukan logika daripada perasaan.
13. Sejak SMP - kuliah selalu ada semacam admirer. Pas kuliah, ada secret admirer.
14. Gue orangnya pemalu. Sangat pemalu.
15. Paling gak suka diajarin sesuatu yang gue kuasai oleh orang yang kemampuannya dibawah gue.
16. Pengikut perkembangan fashion, tapi gak mentah-mentah gue ikutin semua.
17. Jagoan gue kalo dalam turnamen antar negara adalah Yunani.
18. Bukan penganut "peraturan ada untuk dilanggar".
19. Kagak bisa move on *tetep ya nang*.
20. Pernah hampir meninggal waktu SMP. Jatoh di beton, back first. Gabisa napas selama 10 detik.
21. Tidur dikamar yang ada "penghuninya". Dulu sering digangguin, tapi gue no response, eh ilang.
22. Walaupun begitu, gue tetep takut nonton film horror^^
23. Gak suka nunggu, termasuk macet. Lebih suka muter jauh/parkir jauh daripada terjebak di kemacetan.
24. Takut ketinggian! Kalo di mall gitu dibagian atriumnya, kalo liat kebawah bawaannya pengen loncat.
25. Gak suka sesuatu yang mendadak. Harus didahului dengan rencana yang matang.
26. Kalo mau nonton film di bioskop, trus liat antriannya panjang, lebih suka duduk dulu, nunggu sepi, sebagus apapun filmnya.
27. I don't do extreme sport.
28. Kalo ada film yang pengen banget gue tonton, bakal gue bela-belain nonton, sekalipun sendirian. Tapi tetep, gamau ngantri.
29. Menurut sebagian orang, walaupun gue orangnya blak-blakan, tapi gue pendengar yang baik.
30. Keluarga gue adalah keluarga yang sangat islami. Belom pernah kan lo dibangunin dengan cara diadzanin tepat di kuping lo sama nyokap sendiri?
Gue barusan nulis apaan sih?
1. Gue cowo, tapi gue punya nama "Kartika". Itu nama rumah sakit.
2. I'm a hardcore gamer.
3. Satu-satunya keahlian gue yang menonjol adalah main game. Especially, FIFA.
4. Menurut salah satu teman, gue orangnya selalu ada buat orang lain. Well, emang iya ya?
5. Gue kalo ngomong suka blak-blakan. Banyak masalah yang muncul dari sini.
6. Suatu saat nanti kalo punya anak cowo, bakalan gue kasih nama Bambang. Terinspirasi dari nama bokap. Berharap anak gue ntar bisa kayak bokap gitu.
7. Lebih suka bergaul sama cowo daripada sama cewe. I'm not gay, it's just so hard to understand women.
8. Pulang kuliah lebih suka langsung kerumah. Gue bukan tipe anak keluyuran sampe jam 12 malem setelah kuliah.
9. Music yang paling masuk di kuping gue bergenre classic metal.
10. Ngomong-ngomong klasik, gue lebih suka mobil klasik daripada modern. Tapi gak nolak dikasih Lamborghini.
11. Suka PWG since day 1, tapi gue bukan party dork, see the difference! Sempet sembunyi-sembunyi sih gara-gara dikucilkan dari pergaulan
12. Sejak kuliah di FH, gue lebih mendahulukan logika daripada perasaan.
13. Sejak SMP - kuliah selalu ada semacam admirer. Pas kuliah, ada secret admirer.
14. Gue orangnya pemalu. Sangat pemalu.
15. Paling gak suka diajarin sesuatu yang gue kuasai oleh orang yang kemampuannya dibawah gue.
16. Pengikut perkembangan fashion, tapi gak mentah-mentah gue ikutin semua.
17. Jagoan gue kalo dalam turnamen antar negara adalah Yunani.
18. Bukan penganut "peraturan ada untuk dilanggar".
19. Kagak bisa move on *tetep ya nang*.
20. Pernah hampir meninggal waktu SMP. Jatoh di beton, back first. Gabisa napas selama 10 detik.
21. Tidur dikamar yang ada "penghuninya". Dulu sering digangguin, tapi gue no response, eh ilang.
22. Walaupun begitu, gue tetep takut nonton film horror^^
23. Gak suka nunggu, termasuk macet. Lebih suka muter jauh/parkir jauh daripada terjebak di kemacetan.
24. Takut ketinggian! Kalo di mall gitu dibagian atriumnya, kalo liat kebawah bawaannya pengen loncat.
25. Gak suka sesuatu yang mendadak. Harus didahului dengan rencana yang matang.
26. Kalo mau nonton film di bioskop, trus liat antriannya panjang, lebih suka duduk dulu, nunggu sepi, sebagus apapun filmnya.
27. I don't do extreme sport.
28. Kalo ada film yang pengen banget gue tonton, bakal gue bela-belain nonton, sekalipun sendirian. Tapi tetep, gamau ngantri.
29. Menurut sebagian orang, walaupun gue orangnya blak-blakan, tapi gue pendengar yang baik.
30. Keluarga gue adalah keluarga yang sangat islami. Belom pernah kan lo dibangunin dengan cara diadzanin tepat di kuping lo sama nyokap sendiri?
Gue barusan nulis apaan sih?
Minggu, 21 Juli 2013
Day 5: A time you though about ending your own life
Wait, what?
Sampe saat ini, alhamdulillah gue belom pernah berfikir untuk bunuh diri. Hidup gue masih berantakan, ibadah belom cukup, belom kawin, belom foya-foya, dll. Mungkin hal yang paling gila buat gue dalam hal ini adalah dimana gue berpikir bagaimana jadinya gue kalo gue tidak dilahirkan. Really, bisa gila gue jadinya. Tapi penasaran gak sih?
Di sisi lain, menurut agama gue, bunuh diri itu dosa. Kalimat ini sebenernya udah cukup buat post kali ini, tapi yaudahlah gue panjangin dikit. Bunuh diri, gak pernah gue kepikiran gue sama orang yang bunuh diri. Mereka mentalnya hebat loh, bisa menyakiti diri sendiri. Secara fisik. Lah gue? Menyakiti diri sendiri secara batin dengan mencintai wanita lain aja gabisa, apalagi secara fisik *ditampar realitas*.
Dan sampai saat ini, menurut gue sih bunuh diri bukan jalan keluar dari masalah. Justru kalo lu mau keluar dari suatu masalah, live your life! Face it up! Bring 'em down! Lu pikir kalo lu meninggal, masalah lu selesai? Gue pikir sih engga. Masalah lu di dunia bakalan buntu, bukan selesai. Belom lagi lu nemu masalah lagi kan di alam sana. Gue pribadi sih, belom siap ketemu malaikat dan tuhan disana. Belom punya bekal yang cukup nih, masih belom bisa menjawab pertanyaan mereka.
Intinya, jangan berpikir untuk mengakhiri hidup lu deh, gaada untungnya. Kalo masih tetep kekeuh, okay just go on.
Sampe saat ini, alhamdulillah gue belom pernah berfikir untuk bunuh diri. Hidup gue masih berantakan, ibadah belom cukup, belom kawin, belom foya-foya, dll. Mungkin hal yang paling gila buat gue dalam hal ini adalah dimana gue berpikir bagaimana jadinya gue kalo gue tidak dilahirkan. Really, bisa gila gue jadinya. Tapi penasaran gak sih?
Di sisi lain, menurut agama gue, bunuh diri itu dosa. Kalimat ini sebenernya udah cukup buat post kali ini, tapi yaudahlah gue panjangin dikit. Bunuh diri, gak pernah gue kepikiran gue sama orang yang bunuh diri. Mereka mentalnya hebat loh, bisa menyakiti diri sendiri. Secara fisik. Lah gue? Menyakiti diri sendiri secara batin dengan mencintai wanita lain aja gabisa, apalagi secara fisik *ditampar realitas*.
Dan sampai saat ini, menurut gue sih bunuh diri bukan jalan keluar dari masalah. Justru kalo lu mau keluar dari suatu masalah, live your life! Face it up! Bring 'em down! Lu pikir kalo lu meninggal, masalah lu selesai? Gue pikir sih engga. Masalah lu di dunia bakalan buntu, bukan selesai. Belom lagi lu nemu masalah lagi kan di alam sana. Gue pribadi sih, belom siap ketemu malaikat dan tuhan disana. Belom punya bekal yang cukup nih, masih belom bisa menjawab pertanyaan mereka.
Intinya, jangan berpikir untuk mengakhiri hidup lu deh, gaada untungnya. Kalo masih tetep kekeuh, okay just go on.
Jumat, 19 Juli 2013
Day 4: Your views on religion
Karena ini tentang agama, jadi gue gak main-main deh, gamau sotoy. Jadi mungkin ini bakalan pendek
Sekarang ini sih agama gue menurut ID sih Islam, dan ya, gue juga mencoba menjalani syariat islam. Tapi jujur aja, sekarang-sekarang ini gue lagi berada ditahap "mempertanyakan" Islam. Nope, gue bukan meragukan Islam. Gue yakin Islam itu bener pada jalannya dan gue usahakan agak gak murtad. Yang gue maksud mempertanyakan gue masih pengen tau seluk beluk Islam yang mungkin masih belom tercover sama gue, jadi gue gak mempertanyakan ajarannya. I mean, really, agama itu setau gue ada 4, Islam, Kristen, Hindu, Budha. Atau bagi sebagian orang di Indonesia cuma 2: Islam dan non-Islam. Keempat agama tersebut berasal dari satu tuhan, yaitu Allah. Mengenai Islam, udah gak perlu diragukan lagi lah. Allah berfirman dalam Al-Quran bahwa yang melindungi Islam secara langsung adalah Allah S.W.T agar terhindar dari kesesatan. Yang jadi pertanyaan, apakah ketiga agama lain bener-bener salah?
Dari yang gue liat sih, ketiga agama lain baik-baik aja tuh. Gue gatau ya "syariatnya" mereka tuh gimana, ajaran mereka itu gimana, tapi kalo soal beribadah, yang gue liat mereka sangat khitmad dalam menjalaninya, seperti seharusnya seorang hamba menghadap tuhannya. Kristen, Hindu, Budha, semuanya khidmad ketika beribadah. Gak ada yang berpakaian sembarangan, semuanya rapih menurut agamanya. Kalo di Islam, di Masjid, yang gue liat banyak yang beribadah tuh masih sembarangan berpakaian. Kita ngomongin orang yang kemampuan ekonominya diatas rata-rata ya, kalo yang dibawah rata-rata, seharusnya kita beri. Orang yang sebenarnya mampu ini, masih berpakaian sembarangan. Not gonna be naive, i'm one of those guys. Kadang gue nanya diri gue sendiri "apa boleh gue pake kaos kalo solat di masjid? Ketika solat juga lu yang pernah solat di masjid pasti pernah denger kan anak kecil kalo bilang "Aaamiin" gimana? Cukup mengganggu kekhidmatan shalat gue sih, jadi bawaannya emosi, nah di situ pahala gue berkurang dong? salah siapa?
Islam itu adil, gue yakin. Tapi melihat realitas sekitar, ada yang tidak gue pahami. Gini, mungkin kebanyakan orang Islam pernah denger bahwa "orang Islam pada akhirnya akan masuk surga". How about the others? Do they stand a chance? Menurut Islam mereka bisa masuk surga gak sih? (Kalo menurut agama masing-masing sih, pasti mereka dibilang akan masuk surga. Semua agama juga bilang gitu. Jadi gue lihat dari sisi agama gue) Gue gatau, tp kalo mereka gak punya kesempatan sama sekali, gue ngerasa kasian aja. Banyak loh orang non-muslim yang sangat dermawan dan berhati mulia. Sangaaaaat banyak. Mungkin bisa lebih banyak dari yang Muslim. Gue gak mau suudzon sama sesama muslim, so let's agree they hide it for affraid of being riya'. Nah balik ke yang non-Muslim. Mereka udah sedermawan itu, hatinya semulia itu, dan menurut Islam posisi mereka gaada di surga? Cruel world, i have to say
Sekali lagi, yang gue tulis disini adalah berdasarkan ilmu gue, ilmu gue yang masih cetek, masih amat dangkal untuk seorang muslim. Mungkin gue butuh guru spiritual?
Satu lagi, dan yang terakhir. Gue pernah kehilangan sepatu di masjid, dan kacamata di tempat wudhu. Kalo kacamata bolehlah dibilang itu kebodohan gue. Kalo masalah sepatu? I don't think so. Ada gitu ya orang yang berani mencuri di rumah Allah? Kalo di rumah ibadah lain ada kasus pencurian gini gak sih?
i said i will make it short didn't i? well, fuck it. Astagfirullahaladzim.
Sekarang ini sih agama gue menurut ID sih Islam, dan ya, gue juga mencoba menjalani syariat islam. Tapi jujur aja, sekarang-sekarang ini gue lagi berada ditahap "mempertanyakan" Islam. Nope, gue bukan meragukan Islam. Gue yakin Islam itu bener pada jalannya dan gue usahakan agak gak murtad. Yang gue maksud mempertanyakan gue masih pengen tau seluk beluk Islam yang mungkin masih belom tercover sama gue, jadi gue gak mempertanyakan ajarannya. I mean, really, agama itu setau gue ada 4, Islam, Kristen, Hindu, Budha. Atau bagi sebagian orang di Indonesia cuma 2: Islam dan non-Islam. Keempat agama tersebut berasal dari satu tuhan, yaitu Allah. Mengenai Islam, udah gak perlu diragukan lagi lah. Allah berfirman dalam Al-Quran bahwa yang melindungi Islam secara langsung adalah Allah S.W.T agar terhindar dari kesesatan. Yang jadi pertanyaan, apakah ketiga agama lain bener-bener salah?
Dari yang gue liat sih, ketiga agama lain baik-baik aja tuh. Gue gatau ya "syariatnya" mereka tuh gimana, ajaran mereka itu gimana, tapi kalo soal beribadah, yang gue liat mereka sangat khitmad dalam menjalaninya, seperti seharusnya seorang hamba menghadap tuhannya. Kristen, Hindu, Budha, semuanya khidmad ketika beribadah. Gak ada yang berpakaian sembarangan, semuanya rapih menurut agamanya. Kalo di Islam, di Masjid, yang gue liat banyak yang beribadah tuh masih sembarangan berpakaian. Kita ngomongin orang yang kemampuan ekonominya diatas rata-rata ya, kalo yang dibawah rata-rata, seharusnya kita beri. Orang yang sebenarnya mampu ini, masih berpakaian sembarangan. Not gonna be naive, i'm one of those guys. Kadang gue nanya diri gue sendiri "apa boleh gue pake kaos kalo solat di masjid? Ketika solat juga lu yang pernah solat di masjid pasti pernah denger kan anak kecil kalo bilang "Aaamiin" gimana? Cukup mengganggu kekhidmatan shalat gue sih, jadi bawaannya emosi, nah di situ pahala gue berkurang dong? salah siapa?
Islam itu adil, gue yakin. Tapi melihat realitas sekitar, ada yang tidak gue pahami. Gini, mungkin kebanyakan orang Islam pernah denger bahwa "orang Islam pada akhirnya akan masuk surga". How about the others? Do they stand a chance? Menurut Islam mereka bisa masuk surga gak sih? (Kalo menurut agama masing-masing sih, pasti mereka dibilang akan masuk surga. Semua agama juga bilang gitu. Jadi gue lihat dari sisi agama gue) Gue gatau, tp kalo mereka gak punya kesempatan sama sekali, gue ngerasa kasian aja. Banyak loh orang non-muslim yang sangat dermawan dan berhati mulia. Sangaaaaat banyak. Mungkin bisa lebih banyak dari yang Muslim. Gue gak mau suudzon sama sesama muslim, so let's agree they hide it for affraid of being riya'. Nah balik ke yang non-Muslim. Mereka udah sedermawan itu, hatinya semulia itu, dan menurut Islam posisi mereka gaada di surga? Cruel world, i have to say
Sekali lagi, yang gue tulis disini adalah berdasarkan ilmu gue, ilmu gue yang masih cetek, masih amat dangkal untuk seorang muslim. Mungkin gue butuh guru spiritual?
Satu lagi, dan yang terakhir. Gue pernah kehilangan sepatu di masjid, dan kacamata di tempat wudhu. Kalo kacamata bolehlah dibilang itu kebodohan gue. Kalo masalah sepatu? I don't think so. Ada gitu ya orang yang berani mencuri di rumah Allah? Kalo di rumah ibadah lain ada kasus pencurian gini gak sih?
i said i will make it short didn't i? well, fuck it. Astagfirullahaladzim.
Day 3: Your views about drugs and alcohol
Gue gatau harus berpendapat apa dan gimana kali ini, karena emang kehidupan gue sangat jauh dari 2 hal ini. Soal drugs, sebenernya ini bisa diartikan sebagai obat, tapi mari kita sepakati dalam hal ini drugs adalah penyalahgunaan obat-obatan. Sampai saat ini, dan mudah-mudahan, gue gak pernah berurusan dengan hal ini. Mungkin emang gara-gara kehidupan gue sangat jauh dari kata "liar" mengingat keluarga gue yang sangat-sangat islami dan preventif. Menurut gue, penyalahgunaan obat-obatan sangat merugikan bagi bangsa ya, soalnya itu kan merusak generasi muda. Kalo yang masih muda aja udah rusak, gimana kedepannya kan? Tapi jangan juga sembarang menjudge para pemakai, karena kita gak tau apa yang telah mereka lalui. Entah itu mungkin broken home, sanak saudara dekatnya ada yang meninggal lalu stress, orang tua yang salah mendidik anak, dll. Sebenernya, dalam mengahadapi masalah-masalah tersebut sih mereka masih punya pilihan, but it's their rights to make the decision. Saran gue sih cuma satu, tetep jauhi barang-barang begini, karena yang gue liat sih barang-barang gini selalu berdampak buruk. Masalah yang lu hadepin selalu ada jalan keluar yang terbaik kok.
Nah kalo soal alcohol, gue pernah terjebak nih sama beginian (well, terjebak is a lil bit harsh. Ada yang emang pengen nyoba, ada yang bener-bener terjebak sih). Jadi waktu SMP gue pernah main ke rumah temen. Dia punya wine, dibeliin bapaknya katanya. Yaudah gue karena emang pengen keren, nyoba dong. I have to say it smells good, but when it comes to yer tongue, turns out what did you call it when it worse than plain? Yep just like that. But it really warms your throath and body, no wonders people from europe like it. Yang gue suka dari wine is just the smells, about the taste, yuck. Kalo vodka, yang pernah gue coba cuma semacam Mixmax lah, itu aja udah ngerasa berdosa setengah mampus. Kalo Mixmax sih enak, kayak juice/syrup gitu lah. Nah kalo bicara tentang pendapat sih, gue tetep menyarankan supaya lu ngejauhin juga deh benda kayak gini. Gue pribadi sih sekarang udah berhenti. Either gak tertarik dan emang takut dosa, takut gabisa beribadah, that's what i heard according to my beliefs. Kenapa disini gue gak menolak sekeras gue menolak drugs? Karena setau gue sih drugs itu dilarang sama semua agama ya, kalo alcohol ada agama yang ngebolehin. Kayaknya.
Ini pandangan gue, kalo emang berbeda, maklumi saja.
Nah kalo soal alcohol, gue pernah terjebak nih sama beginian (well, terjebak is a lil bit harsh. Ada yang emang pengen nyoba, ada yang bener-bener terjebak sih). Jadi waktu SMP gue pernah main ke rumah temen. Dia punya wine, dibeliin bapaknya katanya. Yaudah gue karena emang pengen keren, nyoba dong. I have to say it smells good, but when it comes to yer tongue, turns out what did you call it when it worse than plain? Yep just like that. But it really warms your throath and body, no wonders people from europe like it. Yang gue suka dari wine is just the smells, about the taste, yuck. Kalo vodka, yang pernah gue coba cuma semacam Mixmax lah, itu aja udah ngerasa berdosa setengah mampus. Kalo Mixmax sih enak, kayak juice/syrup gitu lah. Nah kalo bicara tentang pendapat sih, gue tetep menyarankan supaya lu ngejauhin juga deh benda kayak gini. Gue pribadi sih sekarang udah berhenti. Either gak tertarik dan emang takut dosa, takut gabisa beribadah, that's what i heard according to my beliefs. Kenapa disini gue gak menolak sekeras gue menolak drugs? Karena setau gue sih drugs itu dilarang sama semua agama ya, kalo alcohol ada agama yang ngebolehin. Kayaknya.
Ini pandangan gue, kalo emang berbeda, maklumi saja.
Kamis, 18 Juli 2013
Day 2: Where you'd like to be in 10 years
Oke sebenernya gue gatau maksud dari judul ini apa. I mean, ini antara gue pengen tinggal dimana, kerja dimana, kehidupan seperti apa, dsb. But, i'll try to take them both. First, tempat tinggal. Umur gue sekarang 19 tahun, jadi 10 tahun lagi gue sekitar umur 29 kalo berumur panjang. Kalo misalnya planning gue berjalan lancar, gue masih pengen hidup di Indonesia, kalo bisa sih di Jakarta. Punya rumah di suatu tempat yang gak rame-rame amat, kalo kerja dianter supir pribadi, malah kalo bisa gue kerja dirumah aja. Eits, tolong jangan bilang impian gue dangkal ya gara-gara pengen tetep tinggal di Jakarta. Gue juga ada kali, impian yang muluk. Ya, gue mimpi hidup di Swiss. Why? Dunno, maybe because i heard that Swiss is the safest country, and they have many amazing views i guess. Aaaannnd, gue yakin di Swiss gak akan semacet Jakarta 10 tahun lagi. Gue gak bisa bayangin Jakarta bakal semacet apa 10 tahun lagi. Well, okay ngebayangin doang sih pasti bisa lah ya. Kalo 10 tahun lagi Jakarta masih tetep gini-gini aja, gak ada perbaikan di berbagai sektor, yang gue bayangkan adalah, tingkat keterjangkitan penyakit meningkat, banjir yang menggenangi satu Jakarta, kesenjangan sosial yang semakin tinggi, sama kiamat lalu lintas. Udah, itu aja sih yang baru bisa gue bayangin.
Kalo soal kerja dimana, impian gue sampe saat ini adalah kerja di kedutaan besar Indonesia di negara lain, kalo bisa sih di negara yang makmur ya. That's why gue ngambil ilmu hukum di UI, supaya bisa ngambil bagian tata negara, trus merambah ke hukum internasional deh. Sebenernya sih gue pengen langsung ngambil FISIP departemen hubungan internasional, tapi gak keterima. Sebenernya alhamdulillah juga sih gak keterima disitu, soalnya denger dari temen kuliahnya susah banget^^. Oiya selain kerja di kedutaan besar, tadi gue juga singgung kan kerja di rumah? yang gue maksud adalah bermain saham! Yep, you heard it right. Dari dulu gue udah ngeliat main saham/emas itu pekerjaan yang menggiurkan. Kerjaan lu cuma duduk depan laptop, ngeliatin grafik yang bahkan lu gak tau itu apa, duit ngalir. Itu anggapan gue dulu, tapi ternyata setelah kakak gue main ini, gak segampang itu men. Lu gak cuma duduk depan laptop buat memperhatikan, tapi jua harus sigap, jual saham ini, beli saham ini, trus juga lu harus siap mental kalo poin saham lu turun, gitu-gitu deh. But still, tetep menarik minat gue. Kalo main emas sih kayaknya lebih aman ya? Gatau sih gue sotoy, tapi kalo pake logika sih barang tambang harusinya makin kesini harganya makin naik, iya gak sih?
Tentang bagaimana kehidupan pribadi gue 10 tahun kedepan, gue berharap sih gue bakalan udah menikah dengan seorang wanita yang bener-bener gue cinta sih. Beberapa oknum udah tau pasti siapa hahaha. Yes, exactly same person i told you guys in previous post, there're no others. Entah kenapa, yang ada dipikiran gue kedepannya ya only her. Some say, "you gotta move on dude, she's with another guy now" or "why stay when you can keep moving on" but no. I don't know why i couldn't move on eventhough i would, or vice versa ok that's it. Simply, gue cuma pengen hidup bahagia, bercukupan, didampingin wanita idaman, dan berkeluarga sakinah mawadah dan rahmah :)
Ini gak sekalian bikin 30 hari tentang cinta aja, nang?
Kalo soal kerja dimana, impian gue sampe saat ini adalah kerja di kedutaan besar Indonesia di negara lain, kalo bisa sih di negara yang makmur ya. That's why gue ngambil ilmu hukum di UI, supaya bisa ngambil bagian tata negara, trus merambah ke hukum internasional deh. Sebenernya sih gue pengen langsung ngambil FISIP departemen hubungan internasional, tapi gak keterima. Sebenernya alhamdulillah juga sih gak keterima disitu, soalnya denger dari temen kuliahnya susah banget^^. Oiya selain kerja di kedutaan besar, tadi gue juga singgung kan kerja di rumah? yang gue maksud adalah bermain saham! Yep, you heard it right. Dari dulu gue udah ngeliat main saham/emas itu pekerjaan yang menggiurkan. Kerjaan lu cuma duduk depan laptop, ngeliatin grafik yang bahkan lu gak tau itu apa, duit ngalir. Itu anggapan gue dulu, tapi ternyata setelah kakak gue main ini, gak segampang itu men. Lu gak cuma duduk depan laptop buat memperhatikan, tapi jua harus sigap, jual saham ini, beli saham ini, trus juga lu harus siap mental kalo poin saham lu turun, gitu-gitu deh. But still, tetep menarik minat gue. Kalo main emas sih kayaknya lebih aman ya? Gatau sih gue sotoy, tapi kalo pake logika sih barang tambang harusinya makin kesini harganya makin naik, iya gak sih?
Tentang bagaimana kehidupan pribadi gue 10 tahun kedepan, gue berharap sih gue bakalan udah menikah dengan seorang wanita yang bener-bener gue cinta sih. Beberapa oknum udah tau pasti siapa hahaha. Yes, exactly same person i told you guys in previous post, there're no others. Entah kenapa, yang ada dipikiran gue kedepannya ya only her. Some say, "you gotta move on dude, she's with another guy now" or "why stay when you can keep moving on" but no. I don't know why i couldn't move on eventhough i would, or vice versa ok that's it. Simply, gue cuma pengen hidup bahagia, bercukupan, didampingin wanita idaman, dan berkeluarga sakinah mawadah dan rahmah :)
Ini gak sekalian bikin 30 hari tentang cinta aja, nang?
Rabu, 17 Juli 2013
Day 1: Current Relationship
Let's start this challenge! Oke jadi hari pertama ngomongin relationship. Gue sekarang single. Lebih tepatnya udah 5 tahun, but it's okay. Ada beberapa alasan kenapa gue masih single. Bukan, gue bukannya engga laku. Well maybe but gue pikir gue single karena keinginan diri sendiri aja kali ya. Alasan pertama, gue masih pengen bisa cinta sama keluarga gue dulu, terutama orang tua, terutama nyokap. Gue belom mau jadi budak cinta yang kemana-mana mau anter jemput pacar, bayarin pacar, dsb. Gue cuma mikir, gue belom cukup memberi ke orang tua, masa gue harus menghamburkan uang ke seseorang yang belom tentu akan hidup bareng gue untuk selamanya? Jujur, gue sampe saat ini masih males kalo nyokap minta nganterin ke suatu tempat, but i try not to refuse. Hal yang menarik adalah ketika gue coba tanya ke salah satu temen tentang hal ini, kira-kira kayak gini: "Was, kalo misalnya nyokap lu minta nganterin ke suatu tempat, yang jauh, mau nganterin gak?" "Mau-mau aja sih" "Berat gak?" "Ya....berat sih" "Trus kalo misalnya lu punya pacar, pacar lu minta jemput, minta anterin, lu berangkat gak langsung?" "Ya berangkat lah" "Kenapa?" "Ya kan dia cewe gue" "Loh tapi kan dia ibu lu?" ".....iya juga sih". Nah, yang kayak gini lah yang gue gamau. Trus gue juga harus mengingat tanggal-tanggal penting, memberi sesuatu memperingati tanggal itu, dll. Boro-boro, gue bahkan belom pernah membelikan sesuatu buat nyokap gue. Gue bukanlah tipe orang yang bisa memberi sesuatu, bahkan oleh-oleh sekalipun.
About how my single life is, gue cukup menikmatinya kok. Gue bisa kemanapun yang gue mau tanpa harus laporan ke pacar, yang dimana kalo gak laporan, bisa marahan. Uang yang gue punya juga cuma buat diri gue sendiri. Gaada tanggung jawab untuk membelikan pacar sesuatu (gue bilang tanggung jawab loh, bukan beban^^). Secara realita, hidup gue gak sepi-sepi amat kok. Gue masih ada beberapa temen deket yang masih sering bikin ketawa, jalan bareng kemana-mana, bisa berbagi, dsb. Walaupun, gue masih yaaa sepi lah kehilangan 1 paket temen deket langsung, yang pada kuliah di Jogja, but i'm fine. Actually, i'm just trying to be fine. Yang sedih-sedih begini gausah terlalu larut lah, toh masih ada yang lain.
Actually, gue hampir bisa menutup ke-single-an ini, sekitar periode oktober 2010. Gue deket sama seorang wanita, yaaa sebaya lah. Gue suka sama ini wanita udah dari lama, ibaratnya bener-bener first love deh, dari mata, turun ke hati. Ini bener-bener dari mata turun ke hati loh, soalnya yang gue suka dari dia adalah matanya, dan menjalar kemana-mana. Somehow gue tau dia suka sama gue, dan kayaknya sih dia juga suka sama gue, kayaknya. Chatting setiap hari, gombal sana sini, telpon malam hari, udah pernah jalan, gitu lah. Nah tiba-tiba hp gue error, keypadnya tidak berfungsi. Nah dari situ lost contact. Yaaa udah kebayang lah kelanjutannya. Mari kita tutup paragraf yang out of topic ini.
Percaya deh, single itu sebenernya gak sedih-sedih amat. Tergantung gimana elo ngejalaninnya aja, mau ngejalaninnya ngeliat ke depan, atau ke bawah. Yang gue takutin sih cuma satu, takut lupa gimana caranya pdkt aja sih
Satu lagi, gue single karena prinsip yang gue pegang, yaitu "Kalo elo suka dengan sebuah bunga, lalu elo petik bunga itu, maka bunga itu akan layu. Tapi kalo bunga itu lu biarkan bebas, maka dia akan terus merekah, toh rasa cinta lu ke bunga itu tidak memudar, iya to?"
About how my single life is, gue cukup menikmatinya kok. Gue bisa kemanapun yang gue mau tanpa harus laporan ke pacar, yang dimana kalo gak laporan, bisa marahan. Uang yang gue punya juga cuma buat diri gue sendiri. Gaada tanggung jawab untuk membelikan pacar sesuatu (gue bilang tanggung jawab loh, bukan beban^^). Secara realita, hidup gue gak sepi-sepi amat kok. Gue masih ada beberapa temen deket yang masih sering bikin ketawa, jalan bareng kemana-mana, bisa berbagi, dsb. Walaupun, gue masih yaaa sepi lah kehilangan 1 paket temen deket langsung, yang pada kuliah di Jogja, but i'm fine. Actually, i'm just trying to be fine. Yang sedih-sedih begini gausah terlalu larut lah, toh masih ada yang lain.
Actually, gue hampir bisa menutup ke-single-an ini, sekitar periode oktober 2010. Gue deket sama seorang wanita, yaaa sebaya lah. Gue suka sama ini wanita udah dari lama, ibaratnya bener-bener first love deh, dari mata, turun ke hati. Ini bener-bener dari mata turun ke hati loh, soalnya yang gue suka dari dia adalah matanya, dan menjalar kemana-mana. Somehow gue tau dia suka sama gue, dan kayaknya sih dia juga suka sama gue, kayaknya. Chatting setiap hari, gombal sana sini, telpon malam hari, udah pernah jalan, gitu lah. Nah tiba-tiba hp gue error, keypadnya tidak berfungsi. Nah dari situ lost contact. Yaaa udah kebayang lah kelanjutannya. Mari kita tutup paragraf yang out of topic ini.
Percaya deh, single itu sebenernya gak sedih-sedih amat. Tergantung gimana elo ngejalaninnya aja, mau ngejalaninnya ngeliat ke depan, atau ke bawah. Yang gue takutin sih cuma satu, takut lupa gimana caranya pdkt aja sih
Satu lagi, gue single karena prinsip yang gue pegang, yaitu "Kalo elo suka dengan sebuah bunga, lalu elo petik bunga itu, maka bunga itu akan layu. Tapi kalo bunga itu lu biarkan bebas, maka dia akan terus merekah, toh rasa cinta lu ke bunga itu tidak memudar, iya to?"
Selasa, 16 Juli 2013
30 Days Challenge
It's been a long time since i make a post here. Kinda miss those moment. Jadi ceritanya tadi baru beres-beres blog ini soalnya mau dipake lagi. Blog ini sebenernya udah lama, dari sekitar SMP, sekarang gue udah kuliah, jadi sekitar berapa lama tuh? Anyway, i'm going to take a challenge, called 30 days challenge something. Gue baru tau ini sebenernya malem ini, ada temen yang lagi ngejalanin ini dan gue pikir, seru juga.
Langganan:
Postingan (Atom)
