Selasa, 18 Februari 2020

Jurnal, February 18th 2020: Udah Saatnya

Beberapa minggu lalu, di postingan blog ini, gue pernah bilang bahwa gue menggunakan buku untuk membuat pikiran gue gak kosong-kosong amat. Kenapa demikian?

Gue adalah orang yang mudah overthinking. Apalagi kalo pikiran kosong. Itu bisa banget gue mikirin rencana untuk kabur dari rumah trus ngegembel di jalan (saat itu).

Sebelum gue mutusin untuk mulai baca buku, gue mikir banget tuh, "baca buku banget nih??". Karena sebenernya gue ga doyan-doyan amat lah baca buku. Gue bukan tipe orang yang bisa duduk manis nyediain waktu luang khusus buat baca buku. Itu membosankan buat gue. Gue selalu ga paham gimana caranya orang bisa melakukan hal tersebut.

Gue pun udah mikirin beberapa alternatif selain baca buku, seperti misalnya ikut komunitas, olah raga, fotografi, dan lain sebagainya. Tapi satu hal yang membuat gue mengurungkan ketiganya: gue perlu orang lain untuk memulai hal tersebut. Hal ini dikarenakan gue emang orangnya emang butuh seseorang untuk bisa beranjak dari zona nyaman dan mencoba hal baru. Ya tapi itu kan masalahnya: gaada temen gue yang bisa diajak untuk itu karena mereka punya agenda masing-masing. Alhasil daripada gue terjebak di lingkaran setan ini, gue memutuskan untuk melakukan sesuatu yang bisa gue lakukan sendiri, yakni: baca buku. Iyadong, emang lu pernah liat orang baca buku rame-rame sambil ngobrol?

Tantangan berikutnya pun muncul: "Gue mulai baca buku apa nih?" Buku di dunia ini udah ga keitung jumlahnya, dan sebagai orang yang indecisive, ini bukan perkara mudah. Apa gue baca buku hukum? Buku ekonomi? Buku masak? Buku soal sepak bola? Soal fashion? Atau apa? Gue pernah baca beberapa buku sastra, yang secara spesifik ditulis oleh Seno Gumira, dan Pramoedya Ananta Toer. Gue suka dua buku yang gue baca saat itu, tapi sepertinya buku seperti itu kurang pas untuk gue baca di saat seperti ini.

Kemudian gue teringat ada perkataan: "Kalau mau banyak belajar tentang bisnis atau tentang kehidupan secara keseluruhan, baca buku autobiography seseorang. Disitu kita bisa belajar dari keselahan mereka dan belajar cara untuk bangkit." Kalimat tersebut sedikit banyak memengaruhi keputusan gue terkait buku mana yang akan gue baca pertama. Namun masalah berikutnya muncul: "Oke, baca buku tentang siapa nih??"

Banyak banget orang berpengaruh di dunia yang pengen gue baca kisahnya, tapi kalo disuruh pilih satu ya susah.... Sampe akhirnya gue teringat percakapan dengan kolega gue yang kebetulan juga temen sekolah dulu. Gue dan dia sepakat bahwa Sang Penyelamat (The Messiah) udah turun ke bumi dalam wujud Elon Musk.


to be continued.... 

Jurnal, February 18th 2020: Logic - 1-800-273-8255

All this other shit I'm talkin' 'bout they think they know it
I've been praying for somebody to save me, no one's heroic
And my life don't even matter
I know it, I know it, I know I'm hurting deep down but can't show it
I never had a place to call my own
I never had a home
Ain't nobody callin' my phone
Where you been? Where you at? What's on your mind?
They say every life precious but nobody care about mine


Minggu, 16 Februari 2020

Jurnal, February 16th 2020: Belajar Lagi

Panggil kembali para ahli
Panggil kembali para guru
Jelaskan kembali kepada ku
Gunakan palu kuasa mu
Agar aku tidak meragu

Kalian bilang manusia makhluk sosial
Bahwa kita kaum komunal
Kalian benamkan paham itu
Sampai ke rongga jantung ku

Nyatanya mana
Aku sintas sendiri
Mungkin lain kali
Kalian perlu ingatkan mereka
Bahwa kita bersama
Untuk mati sendiri