Kamis, 30 Maret 2017

Jurnal, March 31st 2017: Porno

      Jika kamu bertanya padaku sebelum bulan maret tahun ini, aku akan dengan lantang bahwa aku tidak salah. Fakta-fakta yang tersaji pada waktu itu sangat mendukung akal sehat ku, dan mungkin akal sehat setiap manusia. Oh ya, kenalkan, aku sangat menyanjung logika. Sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat membuatku mual. Saat itu aku tidak mengerti, siapa yang salah. Aku? atau kamu? Ah sudah jelas kamu yang salah, logikaku selalu benar!
-
Apa iya demikian?
-
      Ada yang luput dari pandanganku saat itu. Ada yang tidak bisa kulihat karna terhalang oleh dinding besar bernama logika. Sejujurnya sampai bulan lalu pun dinding itu masih ada disini. Hingga pada awal bulan ini, kakak ipar ku menghancurkan dinding itu hingga tak tersisa. Ternyata saat itu aku tidak melihat dengan rasa. Aku tidak memikirkan bagaimana perasaanmu saat itu, dan aku memang tidak mengerti. Kini aku mengerti apa yang salah. Aku salah karena menggunakan logika untuk sesuatu yang harusnya kita rasa. Kalau saja saat itu kamu bagi rasa mu ke aku. Tapi toh hari ini sudah malam kan.
-
Ya, ternyata aku yang salah. Untuk itu aku minta maaf.

Rabu, 22 Maret 2017

Jurnal, March 23rd 2017: Kekhilafan yang terulang

Mereka tidak bilang padaku
Bahwa aku adalah bagian dari pasukan
Yang mudah dilupakan
Yang berperang mengusir para setan
Demi terang benderang raut wajah mereka
Tanpa dihinggapi kekecewaan

      Manusia itu kuat, namun lemah
      Kuat untuk menjaga orang lain untuk tidak kecewa
      Demikian juga lemah
      Tidak bisa melawan manusia lain yang melupakannya

Kamis, 02 Maret 2017

Jurnal, March 3rd 2017: Bermain kenyataan

Aku sulit percaya kepada manusia
Terlebih, ketika mereka muncul di layar kaca
Mengatakan apa yang harus manusia lakukan
Seakan mereka mengerti semua
Mengerti dunia
Mengerti kita

     Mereka bilang mimpi bisa jadi nyata
     Suara lantang penuh keyakinan mereka dengungkan
     Dari sekian banyak yang hadir disitu
     Tak ada satupun nada perlawanan
     
Mimpi dan kenyataan
Aku mulai sulit membedakan
Mimpi ku bertemu denganmu seperti sungguhan
Saat itu di tanah lapang
Angin mengembuskan aroma tubuh mu
Aku ingat betul bahwa itu kamu
Ya
Tanpa melihat pun, aku tahu kamu disitu
     

Rabu, 01 Maret 2017

Jurnal, March 2nd 2017: Dalam lelap

Kalau memang saat ku memandang wajah mu
Hanya ketika malam sunyi
Ketika penjaga keamanan pun terlelap
Maka aku akan terjaga 
Menunggu
Setiap malam-malam berikutnya
Seperti seorang narapidana merindukan angin segar kebebasan