Kamis, 09 Februari 2017

Jurnal, February 10th 2017: Antara buku dan kenangan

       Sulit untuk mengusirmu dari pikiranku. Berbagai cara sudah ku kerahkan, namun nihil. Sampai suatu ketika ikrar ku menarik tangan ku. Buku! Iya Buku! Buku ini adalah solusiku! Dengan membaca, aku yakin aku pasti bisa melupakanmu!

       Apa benar?

       Bukan maksud ku untuk menghilangkan jejakmu. Tapi bayangmu harus lekas kusimpan rapat-rapat pada kotak paling dalam. Aku yakin kau tidak mengerti tapi aku yakin kau mengerti. Ini untuk kebaikan kita.

       Satu pekan, dua pekan, membaca mulai mengembalikan kewarasanku. Membaca seakan membantuku mengumpulkan kenangan-kenangan akanmu, dan menyimpannya dengan rapi dalam kotak kenangan di ujung ruangan. Tetapi semesta berkehendak lain. Halaman demi halaman membangkitkan imaji. Tak pelak gambar-gambar halusinasi akan hidup yang tak bisa kuraih mulai membayangi.

       Tolonglah semesta. Bahkan aku tidak pantas memiliki ini walau sebatas ilusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar