Selasa, 14 Februari 2017

Jurnal, February 15th 2017: What makes a heart breaks

     Mungkin kamu lupa, mungkin juga tidak. Mungkin kamu tidak mengerti, mungkin juga mengerti. Mungkin kamu sadar, mungkin kamu tidak. Itu hanya masalah sepele, hanya sebuah foto. Ya, sebuah data elektronik di selular pintarku. Kumpulan pixel-pixel kecil yang membentuk gambar aku dan kamu. Sesuatu yang kamu minta dengan penuh harap agar aku menghapusnya demi alasan yang tidak bisa aku cerna. Bagiku, menghapus foto itu bukanlah sesuatu yang berat. Hanya dibutuhkan tiga kali gerakan ibu jari kanan ku untuk membuat foto itu hilang ditelan perkembangan dunia. Yang berat adalah kenyataan bahwa kamu meminta aku, yang saat itu adalah laki-laki yang mencintaimu, untuk menghapus foto itu, sedangkan kamu mempublikasikan foto mu dengan sahabat laki-laki mu.

     Tapi belenggu kegelisahanku saat itu belum dapat mematikan bara cinta ku padamu. Kau tahu apa yang mematikannya? Bukan air. Bukan karbon dioksida. Bukan pula bumi. Melainkan tutur mu. Sekejap padam saat kau bisikkan kepada dunia bahwa selama ini aku tidak pernah mencintaimu. Bahwa yang kulakukan tidaklah cukup. Menyedihkan bukan? Bagaimana seseorang melakukan usaha terbaiknya, kemudian kamu bilang kepada dunia bahwa aku tidak pernah benar-benar berusaha.

     Kamu tidak perlu merasakannya. Aku juga tidak perlu kau untuk mengerti itu. Kau hanya perlu tahu bahwa itu cukup sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar