Tentu saja ketika bicara dalam konteks pandemi, kita pasti akan merindukan beberapa dari kerabat, atau mungkin keluarga. Aku pun demikian. Namun aku cukup beruntung bahwa orang-orang yang aku butuhkan tidak terlalu takut terhadap penyakit itu. Aku masi bisa bertemu dengan mereka mungkin hampir tiap minggu. Setidaknya bagi ku, orang-orang yang aku butuhkan itu masih bisa aku temui secara rutin.
Namun apabila kita bicara dalam konteks keadaan normal, tentu saja aku merindukan banyak orang. Di antaranya mungkin adalah pasangan emas dari zaman kuliah, yakni Thomas dan Khosyi. Dua orang itu bisa banget membuatku tertawa lepas bahkan seketika setelah aku membuka mata di pagi hari, dengan lelucon pukul tiga pagi mereka. Kadang aku tidak mengerti apa yang mereka lakukan hingga dini hari, dan bagaimana mereka terpikir untuk bercanda seperti itu ketika yang lain sedang sibuk dengan mimpi-mimpi mereka.
and I still miss u, C. I'm still waiting for that museum date tho.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar