Sabtu, 10 Oktober 2020

Day 10 Writing Challenge: Your Best Friend

             Kalau orang lain bertanya siapa sahabat gue sekarang ini, menurut gue sih Arie bakal kecewa kalo gue jawab dia bukan sahabat gue hahaha walaupun mungkin dia tidak menganggap gue sebagai sahabatnya. Gue menganggap bahwa dia sahabat gue (sejak 2011 bahkan) karena gue rasa gue punya otak yang sama dengan dia. Pikiran kami kompak banget gue sampe ga ngerti lagi sih. Jokes kami pun sama, sama-sama jorok. Kalau berdiskusi mengenai hal yang serius juga bahkan seringkali apa yang kami utarakan itu sebenarnya sama. Seringkali kami tau bahwa pemikiran kami sama hanya dengan satu tatapan mata, lalu lantas kami tertawa bersama.

            Persahabatan kami tentunya bukan sekedar hahaha hihihi. Tentu kami masing-masing punya waktunya untuk jatuh, dan masing-masing akan selalu ada untuk menertawakan kejatuhan tersebut, lalu saling membangkitkan. Sesibuk apapun kami, jika salah satu dari kami butuh keberadaan yang lain yaaa disempatkan, mungkin tidak saat itu juga, tapi disempatkan. Gue merasa gue dan Arie adalah equilibrium dari logika dan perasaan. Ketika gue penuh akan perasaan, Arie akan menjadi logika gue untuk mengingatkan mana yang baik, begitupun sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar