Delapan tahun sudah gue melajang. Bukan waktu yang singkat untuk menghabiskan jatah hidup sendirian. Jadi bahan olok-olokan orang? Sudah pasti dan sudah biasa. Sedih? Engga juga. Biasa aja malah. Banyak yang bertanya apakah gue emang gak laku (dengan nada bercanda) atau emang gue lagi gak nyari. Mungkin jawabannya adalah keduanya, atau mungkin juga jawabannya adalah bukan keduanya.
On a serious note, mungkin gue lagi dalam tahap memahami apa itu "pacar". Gue bukannya tidak terima pemahaman yang sudah ada di masyarakat mengenai pacar/pacaran, tapi coba jawab pertanyaan gue; Apa sih yang dimaksud dengan pacar?
Secara pribadi, gue gak nemu tuh apa arti pacar. Gue tidak mempunyai definisi tersendiri mengenai apa arti dari pacar. Untungnya kita punya KBBI. Kalo kita lihat di KBBI, pacar1/pa·car / n adalah teman lawan jenis yg tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih; kekasih; (Ini KBBI ya, bukan gue.Those who support LGBT, please don't sue me). Nah sekarang kita udah punya definisi dari pacar, sekarang gue coba kaji konsepnya lebih jauh.
Dilihat dari statusnya, gue masih gak ngerti seberapa pentingkah status "pacar" tersebut. Hal ini berkaca dari banyaknya orang yang diaccused sebagai PHP atau pemberi harapan palsu (terlepas dari pemahaman PHP itu sendiri). Ini jahat loh, meng-accuse orang seenaknya. This is Bold. Tidak hanya elo nyakitin si tertuduh, tapi tuduhan tersebut juga bisa membentuk opini publik terhadap si tertuduh, dan ini bahaya. Silahkan bayangkan sendiri dengan pikiran jernih ya, udah dewasa kan?
Balik lagi ke masalah status. Yang gue maksud dari sini adalah, kalo emang ada dua orang saling suka, saling sayang, dan mereka bisa menunjukan rasa sayangnya kepada masing-masing, lantas apalah arti status "pacar"? Emang kemudian kalo gaada status pacar, gabisa dijalanin? Selemah itukah perasaan lu ke dia?
Gue disini sebenernya menyayangkan penggunaan kata "cinta", "sayang", dan "love". Menurut gue, penggunaan ketiga kata tersebut tidak sesuai dengan pemahamannya. Apakah seseorang yang cinta ke seorang lawan jenis kemudian harus pacaran? Gue rasa engga.
*Paragraf barusan abstrak banget sih, gue tidak menyalahkan kalian yang gak ngerti/jika paragraf tersebut menimbulkan perpecahan
Beranjak dari masalah status, kita kemudian bahas masalah "kepemilikan" (ugh i hate this). Why? Pernah gak kalian ngeliat orang yang berpacaran, trus pake kaos couple yang bertuliskan "He's mine" "I'm hers" dan sebagainya lah. Atau misalnya ada cowo yang bilang ke pacarnya "Tapi kan kamu pacar aku. Milik aku" atau yang marah-marah karena pacarnya digodain orang lain "Woy! Cewe gue nih!". Fuck that. Kalian masih pacaran. Status hukum juga belom ada. Terus elo merasa memiliki orang lain? Nanti dulu. Menurut dosen hukum perdata gue, hak milik (eigendom) hanyalah berlaku untuk benda. Kalian mau, kalo nanti pacaran disamain sama benda? Selain itu juga, dengan dihapuskannya perbudakan dari dunia, setiap orang terlahir merdeka. So, no one belongs to anyone except their family, imo.
Kemudian masalah anniversary. Ini sepele sih. Bukan, bukan masalah bagaimana kalian merayakan anniversary kalian. Masalah perayaan mah itu terserah kalian. Mau bunuh diri bareng juga gue gak peduli. Yang mengganggu gue disini adalah pemahaman dari anniversary itu sendiri. Anniversary menurut google adalah
an·ni·ver·sa·ry ˌanəˈvərs(ə)rē/
noun
- the date on which an event took place in a previous year.
dan berasal dari kata
Disitu sudah sangat jelas bahwa anniversary adalah sebuah peringatan tahunan. Lalu lantas kenapa masih ada aja sih yang bilang "Happy 5th months Anniversary"? Ini ganggu banget sih kalo buat gue.
Sebenernya masih banyak permasalahan lain yang gue temukan di dalam memahami konsep pacaran itu sendiri tapi kebanyakan subjektif sih, yang menjelaskan kenapa gue lama gak pacaran.
But then again, as a disclaimer, ini merupakan opini gue pribadi. Jika ada perbedaan pendapat, hal itu sangatlah wajar, karena kita diciptakan berbeda. Jika kalian yang berpacaran saat ini berbahagia dengan konsep yang kalian pahami, gue ikut senang. Semoga masa depan sesuai dengan apa yang kalian inginkan. Yang baca ini terus bilang "Ah ini mah elo sirik aja karna gak punya pacar", iya gapapa, itu kan pendapat kalian. Tulisan ini dibuat bukan untuk membentuk pikiran kalian mengenai pacar/pacaran itu sendiri. Semoga kalian berbahagia! Cheers! :D
kalo ada yang mau diskusi tentang ini, yuk! ;D
masuk akal, sejak kapan pacaran di jadiin predikat laku atau gak laku, kamvret dah, kalau ane bleh buat persepsi, pacaran itu cuma cara untuk bisa diakui, but. masih subyektif, biar gk dapet predikat forever alone juga masuk akal sih, ah, fvck
BalasHapusHAHA bagian jabarin anniversarynya sih the best loh!
BalasHapus@Lady wah masih buka blog!
BalasHapus